Riset Islam Web Blog


Apakah Islam Harus Berjubah dan Bergamis? by haniakasim
Februari 7, 2007, 9:14 am
Filed under: PERTANYAAN PENTING?

Ternyata semakin banyak penemuan-penemuan baru saya, sebelum masalah yang lain terbahaskan. Namun hal ini mungkin berkaitan dan semoga menjadi bahan pembelajaran bagi saya dan kita semua.  Apakah Islam Harus Berjubah dan Bergamis? Pertanyaan ini dilatar belakangi dengan dialog saya dengan beberapa orang dari kelompok Salafi dan Jamaah Tabligh. Pada umumnya mereka mengatakan bahwa “Seorang laki-laki Muslim harus memakai Jubah” Benarkan demikian ?

About these ads

29 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Coba Anda cari di Al-qur`an dan kitab-kitab Hadits shahih, pasti tidak akan ditemukan keharusan bahwa kita harus pake gamis. Yang akan kita temukan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam suka pakaian model gamis dan suka memakainya, tidak mengharuskannya.

Sorban yang dililitkan juga bukan disunnahkan, seperti yang kita ketahui, sorban yang dililitkan (seperti Aa Gym) adalah kebiasaan orang Yaman. Bukan kebiasaan orang Makkah dan Madinah.

Tentang jilbab dan gamis hitam juga bukan sunnah. Tidak ada haditsnya. Tetapi hanyalah kebiasaan orang tertentu. Yang diwajibkan kepada kita adalah menutup aurat, tidak memakai pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuh.

Coba buka Quran Surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nuur ayat 31.
Saya anjurkan rekan-rekan membukanya sendiri dari mushaf (lembar-lembarnya).

Komentar oleh samosir

kata-kata ‘HARUS’ itu berkonotasi WAJIB. Umumnya yang WAJIB itu adalah IBADAH. Ibadah menurut referensi2 Fiqh yang saya baca: Harus ada Perintah dari Allah, baik lewat Al Qur’an maupun Hadist. Sejauh ini saya belum menemukan…ada pencerahan?

Komentar oleh passya

Jadi semuanya itu hanya budaya ya?
Lantas kenapa sampai menimbulkan pertikaian?
Saya pernah ketemu dengan kelompok salafy A yang menghujat dan memaki kelompok salafy B karena berdakwah dengan lembut dan tidak memakai Jubah. hanya memakai baju kemeja dan koko

ini kejadiannya di Bogor.
Oh ya…, alhamdulillah saya saat ini telah di yogykarta sampai ahad.

Karena berdasarkan informasi yang saya dapatkan, di yogyakarta cukup kompleks informasi tentang pergerakan islam. Benarkah ? ternyata benar, malah saya di anggap kurang ajar. :((

Komentar oleh haniakasim

yang diwajibkan memang menutup aurat, sedangkan jenis pakaiannya bebas, tidak harus jubah, gamis, jilbab, koko, dll
tapi memang pakaian2 tersebut (suka atau tidak) telah menjadi simbol dari Islam, tidak ada salahnya tho menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim ;)

Ini bukan soal yang penting untuk didiskusikan sebetulnya, karena sebetulnya perintah untuk menutup aurat sudah jelas. Masalahnya ada kalangan yang menggunakannya sebagai argumen untuk tidak perlu menutup aurat

Komentar oleh ananta

kenapa menimbulkan pertikaian?
yang menimbulkan pertikaian bukan masalah pakaiannya, tapi kebiasaan memaksakan pendapat itu.
kadang2 memang ada kaum yang sukanya mencoreng jidatnya sendiri :P

Komentar oleh joesatch

wajib memang harus, tapi yang diwajibkan sebenarnya adalah sebuah tugas paling ringan sbg hamba Allah – sehingga menjadikan kebutuhan untuk menikmatinya.
Bisa dianalogikan seperti ketika ‘passya’ disuruh mandi ayahnya. seperti terpaksa pada awalnya.
Kalau Jubah mah itu lebih mendekatkan ke Budaya – setuju dengan ‘ananta’

Komentar oleh dhitos

Setahu saya ndak ada jamaah yang mengharuskan atau mewajibkan memakai jubah, harap ditinjau ulang ya…

Komentar oleh Heri Setiawan

harus bejubah dan bergamis? halah ada-ada aja nih, sampai detik ini orang yang berpendapat bahwa pake jubah atau gamis wajib gak pernah bisa nemuin dalilnya, jadi kalo ada orang yang percaya harus paek jubah atau gamis, anggap aja angin

Komentar oleh umar

iya tuh, harus dilihat dulu lebih jauh, karena infromasi anda bisamenyesatkan. apalagi hanya dari sebuah kata orang

Komentar oleh abah oryza

Memakai gamis atau jubah tidak wajib. Dan tidak boleh mewajibkan apa yang tidak diwajibkan. Mengenai gamis atau jubah untuk laki2 ulama berbeda pendapat.
Pendapat pertama, hal tsb termasuk mustahab (dianjurkan), karena terdapat hadist: “Sesungguhnya pakaian yang paling disukai Rasulullah adalah qomishon”(HR.Tirmidzi). Qomishon diterjemahkan sebagai kemeja panjang sampai kaki, atau biasa disebut orang Indonesia sebagai gamis atau jubah.
Pendapat kedua, hal tsb adalah sunnah jibliyah, yang termasuk perkara mubah. Sunnah jibliyah adalah yang berkaitan dengan ‘selera’ Rasulullah.
Kedua pendapat ini tidak ada yang salah, dan tidak boleh mengingkari keduanya. Namun pendapat pertama dinilai lebih kuat, karena para sahabat, tabi’in, dan ulama terdahulu ternyata mengamalkan membiasakan diri berpakaian dengan jubah, walau mereka kebanyakan orang ‘Ajm (bukan orang arab). Karena banyak hikmah yang didapat dengan memakainya, yaitu berusaha sedekat mungkin dengan Rasulullah dengan menyukai apa yang disukai beliau, sebagai syi’ar Islam, lebih berwibawa, dll. Namun sekali lagi, tidak wajib.
Wallahu ‘alam.

Komentar oleh Aswad

setau ana ga tuh. hanya saja memang itu penampilan yang Rasul SAW sukai.
jangan terjebak oleh pengkotak-kotakan pemahaman yang kelak akan melemahkan kekuatan ummat. pr kebangkitan Islam tidak akan menunggu…

Komentar oleh wulansari

Saya setuju dengan komentar pertama dari lae samosir :-) salam kenal lae, tidak ada satupun dalil baik di Al-qur’an maupu Hadist yang mengatakan kewajiban memakai suatu jenis pakaian, rosululloh menyukai gamis karena gamis merupakan pakaian penduduk jazirah arab. Yang tidak boleh laki 2x berpakaian sutra, atau warna merah polos karena itu adalah milik wanita jika merahnya ada corak maka tidak mengapa. Imam ahmad yang waktu itu berada diirak menegur salah satu muridnya mengenai pakaian yang ia pakai serupa dengan pakaian penduduk mekkah padahal mereka tinggal di irak maka beliau menyuruh menanggalkannya. Imam Ibnul Mubarok ketika datang disekumpulan majlis dimana mereka tidak memakai peci maka beliau melepasnya. Bahwa pakaian hendaknya tidak menyalahi kebiasaan penduduk setempat asalkan menutup aurat dan tidak meniru 2x pakain orang kafir yang sering neko 2x malah tidak sesuai dengan pakaian kita di indonesia. Mengenai gamis panjang maupun koko maka itu sudah maklum dikalangan bangsa kita.
Wallohua’lam

Komentar oleh tomy

wah kalau saya sih suka pakai batik,
indonesia banget gitu loh…

hehehe

ada istilah figh kalau tidak salah sih… ane lupa
al’adatu muhakamah, artinya adat kebiasaan itu bisa jadi hukum yang bahkan sampai wajib hukumnya.
misalkan adat kebiasaan yang disepakati, naik kendaraan disebelah kiri, nah itu wajib. karena jika anda disebelah kanan nanti ditabrak mobil. hehehee..

tapi sebatas itu tidak melanggar aturan islam yang tegas dasar pelarangannya.

waah ndak usah pikir lama, dan banyak debat. yang jelas gimana kita produktif bisa berbaur dengan masyarakat dengan baik, asalkan sesuatu itu bukan dosa kenapa harus diributkan???

jadilah umat pertengahan, jauh dari perseliishan.
salam
wallahu a’lamu

Komentar oleh abu shofiya

Sejauh yang saya fahami, tidak ada keharusan bagi laki2 untuk bergamis, asalkan menutup auratnya. tapi untuk wanita ada kewajiban untuk menutup aurat (QS annur:24) misalnya di rumah ketika ada laki2 bukan mahram bertamu, terserah bentuknya. dan ada kewajiban memakai busana keluar rumah di atas pakaian rumahnya yaitu jilbab (QS al ahzab:59) (jilbab dlm bhs arab bukan kerudung tapi terusan longgar =gamis), seperti misalnya belangkon dr bhs jawa ya harus dilihat model belangkon, bukan sejenis topi yg bentuknya bebas. jadi jilbab juga demikian, kalaupun ada salah pengertian krn diartikan kerudung (bhs arab kerudung adalah khimar, BUKAN jilbab) oleh orang islam indonesia saja, ini perlu diluruskan. kebenaran semata dari Allah, sedangkan kalau salah bersumber dari kekurangan ilmu saya. wassalam.

Komentar oleh widya

setau ana…kalo muslimah pake jubah itu memang ga ad ketentuannya pake jubah yang hitam…tapi yang seharusnya tidak tipis, tidak membntuk lekuk tubuh dan tidak berdasarkan rasa bersolek…maksudnya perempuan tidak boleh bersolek selain pada suaminya.warna2 pink ato yang mencolok itu bisa menarik perhatian laki2…jadi sebaiknya warna gelap…sebenarnya maksudnya adalah itu.bukan karena kebudayaan… laki2 pk gamis…itu adalah sunnah…sunnah adalah perkataan, diamnya serta tindakan rasul SAW, jd alangkah baiknya bila kita menjalankan sunnah rasul..dan itukan ciri2 yg membedakan umat muslim dgn umat lain. kalo yang akhi tomy..bilang imam ahmad bilang bla..bla…apakah akhi tau persis benar bahwa imam ahmad blg seperti itu…krn bercerita ttg org2 seperti itu hrs jelas takhrijnya. oia…dan kita ga boleh taklid pd slah satu mahzab terrtentu…..Rasul kita adalah Nabi Muhammad SAW, jadi yg hrs diikuti itu…sekali lagi perkataan para imam…dari mazab apapun harus dilihat keshahian haditsnya. selama ini umat muslim diserang oleh pihak2 yg tidak bertanggungjawab,salah satunya yaa dgn itu td jubah-gamis..mereka ingin memecah belah Islam…lalu menghancurkan Islam…barang siapa yang menyerupai kaum, maka ia termasuk dalam kaum itu…walaupun kita cuma ikut2an keliatannya sepele…tapi ternyata membw dosa…jadi bagi umat muslim..sekali lagi..hidupkanlah sunnah, jgnlah dipertentangkan sunnah2 yg sudah jelas…yg jelas perawinya… wallahua’lam.

Komentar oleh ai

Kalau harus berarti wajib, kalau wajib berarti kalau ditinggalkan berdosa. Rasul senang memakai gamis, menurut ana kalau wanita berjilbab agar aman, kalau laki-laki bergamis agar aman.

Komentar oleh syaifudin

mau pakai Gamis, pakai Jas, Pakai batik, pakai Karung goni pakai apa saja saya sih ok-ok aja yg penting aurat tertutup Mas. Gitu aja kok repot…..

Komentar oleh Abu Muslih

saya pernah terjebak dg ‘kewajiban’ bergamis ala salafi. ternyata gamis sama sekali nggak wajib, sorban nggak wajib. saya khawatir dg teman2 salafi, jangan2 mereka mewajibkan sesuatu yg enggak wajib. kalo gitu, bisa masuk syirik besar dong perbuatan mereka.

Komentar oleh wirawax

sunnat,akhi.. Yang wajib adalah mengikuti tata cara ibadahnya Rasul. Karena Islam not east, not west.

Komentar oleh rini

Ada sementara umat Islam yang berkilah bahwa membunuh kafir hanya
dilakukan dimedan perang……. alasan itupun biadab, karena kenapa
harus berperang dengan orang kafir???? Bahkan kalo pun ada orang yang
mau memerangi kita tentu kita tanya sebab2nya untuk jangan perang dan
berdamai saja. Kita tidak mungkin berperang apalagi memerangi
seseorang karena orang itu tidak mempercayai apa yang kita percaya.

Demikianlah ajaran biadab ini memang menghalalkan untuk membunuhi
orang kafir, orang Yahudi, penyembah berhala, dan semua yang
dianggapnya tidak menyembah Allah sesuai dengan cara2 yang mereka
lakukan. Artinya biarpun umat Islam Ahmadiah menyembah Allah yang
sama, biarpun mereka mengucapkan syahadat yang sama, biarpun mereka
membaca AlQuran yang sama, namun karena cara2nya berbeda dengan mereka
yang berkuasa, maka umat Islam Ahmadiah juga halal untuk dibunuh,
halal untuk dijarah harta bendanya, dan halal dibakar mesjid mereka.

Umat Islam halal menjarah asal syarat2 yang Islamiah terpenuhi, yaitu
mereka yang dijarah menolak menyembah Allah, tidak mengakui bahwa
tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya.

Kondisi menjarah harus karena dalam keadaan terpaksa, yaitu terpaksa
menjarah untuk menegakkan Syariah Islam dimana mereka yang dijarah
tetap keras kepala menolak menyembah Allah dan bersaksi Muhammad
utusannya.

Dibawah ini saya sertakan ayat2 bahwa umat Islam harus memerangi orang
kafir dan dalam medan perang orang kafir harus dipancung, kalo
tertawan minta tebusan.

Untuk itu ada petunjuk2nya dalam AlQuran dibawah ini tentang siapa2
yang halal untuk dibunuh, dijarah, dan disiksa oleh mereka orang2 yang
beriman:

AlQuran berkata: ” Hai orang-orang yang beriman, perangilah
orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka
menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama
orang-orang yang bertaqwa. ( Surah 9:123).

AlQuran berkata: ” Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada
Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak
mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak
beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang)
yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah
dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” ( Surah 9:29).

QS 4 : 89 : Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka
telah menjadi kafir. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah
mereka dimana saja kamu menemuinya.

QS 8 : 39 : Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah.

QS 9 : 73 : Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan
orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat
mereka ialah neraka jahanam.

QS 47 : 4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka
pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah
mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh
membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir.
Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan
mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian
yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak
akan menyia-nyiakan amal mereka. ” ( Surah 47:4).

Jadi sangat jelas dari QS 47:4 bahwa kafir harus diperangi meskipun
mereka tidak memerangi kita. Pancung batang lehernya dalam medan
perang, tapi kalo bisa tertawan, minta tebusan. Tentu saja agar
berhasil menawan bukan cuma melalui perang karena kalo dimedan perang
langsung dipancung, bisa dengan menculiknya dan meminta uang tebusan
seperti yang dilakukan oleh Taliban.

JADI KALO ADA MUSLIM BERBOHONG MENGATAKAN BAHWA ISLAM BUKAN AGAMA
TEROR, INILAH AYAT2 TEROR YANG SANGAT JELAS, YAITU CULIK, TAWAN, DAN
MEMINTA TEBUSAN.

Kenapa mereka harus dimusuhi, dibenci, dan diperangi??? karena mereka
tidak menyembah Allah, tidak beragama Islam. Bukan karena mereka
mencuri, bukan karena mereka merampok, bukan karena mereka menipu,
tapi karena mereka menolak mengakui tidak ada Tuhan lain selain
menyembah Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusannya.

Inilah AJARAN BIADAB KARENA MEMBUNUH KARENA ALASAN TIDAK PERCAYA.
Kalo ada yang mau menyanggahnya, boleh kita berdebat secara jujur,
adil, tidak mengancam, tidak memaksa, tidak meng-ada2, tak perlu
mencaci maki. Saya sendiri adalah umat Islam, dengan adanya ayat2
seperti ini saya tidak bisa memungkiri, tidak bisa membantah untuk
mengakui memang bahwa Islam ajaran agama yang maha biadab untuk ukuran
standard moral peradaban modern masa kini.

Komentar oleh isitiqomah Wulandari, SH.

Saya sarankan anda belajar islam lebih dalam lagi biar tidak salah dalam memahami ayat. Kalo mencomot 1,2,3 atau sampai 10 ayat yg tidak dipahami secara benar maka kesimpulannya sesat dan juga menyesatkan org lain yang awam seperti saudara. Ayat alqur’an lebih 6 ribu ayat anda cuma comot tdk sampai 10 ayat trus anda terjemahkan menurut fersi anda yg tidak tahu bhasa arab, asbabunnuzul ayat maka pasti salah n sesat. Saya tidak setuju dgn teror karena ini bukan fitrah manusia. Tapi teror itu apa sih? Teror adalah perbuatan ato tindakan yang membuat org lain takut atau tidak tenang.. Bagaimana dgn negara amerika yagng membunuh ribuan rakyat irak yg tidak berdosa. Bagaimana dgn Yahudi yang sdh mengorbankan rakyat palistina yg menelan jutaan nyawa melayang sia-sia. Tapi kan anda tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa kedua negara agresor itu yg teroris dan anda kan tetap menuduh umat islam yg teroris. Karena anda tidak jujur dan boleh jadi anda agen CIA atao mosad tapi berkulit coklat dan dilahirkan di Indonesia.

Komentar oleh Arsyad rohima

hati-hati dengan laki-laki yg nyamar pake nama wanita.. dari cara dia berkomentar saja sudah sangat jelas.. untuk mengakui dia laki-laki aja gak berani (terpaksa pakai nama Wulandari)

jadi, kita nggak perlu berbantah-bantah untuk seorang yg kurang waras seperti orang yg ngaku Wulandari itu, jangan menghabiskan energy untuk sesuatu yg bodoh..

Komentar oleh Wong Lanag

assalamualaikum,
buat orang yang nmany istiqomah tapi orangnya tidak istikomah, saya ragu kalo anda ngaku islam, karena anda tidak tahu betul duduk masing2 ayat, asal comot lalu dikomentari, jadi ngawur, mkn anda memang termasuk golongan kafir yang perlu dipotong lehernya, kalo yang kafir tahu diri mkn gak gini ngomongnya

Komentar oleh khilafahcenter

ianya sunat sebab nabi dulu pakai jubah dan gamis. Buat dapat pahala klau x buat x ade ape-ape.

Komentar oleh nnb

Bismillah, Marilah kita pelajari lagi 3 qoidah pokok yg terpenting:bagaimana kita mengenal Alloh S.W.T,Mengenal Rosululloh S.A.W, Mengenal Agama ini. Kalo yg belum tahu ilmunya lebih baik diam, karena semua akan kita pertanggungjawabkan dihadapanNya kelak.
Masalah sunnah jibliyah hukumnya tidak wajib tapi bukan berarti kita campakkan. Ingat kita punya uswah yg terbaik yakni beliau Rosululloh S.A.W. Bukti mencintai beliau adalah mengikuti beliau dgn penuh kecintaan. Bagaimana mungkin kita mencintai beliau tapi justru memperolok apa yg beliau contohkan pada kita. Rosululloh S.A.W bersabda:”apapun yg keluar dariku adalah alHaq”. Yang tidak diwajibkanpun kalo kita ikuti maka itu lebih baik daripada kita mengikuti selainnya. Pake gamis dicemooh bahkan diingkari tapi antum pake pakaian siapa??? Nasrani,yahudi,hindu,budha,ato orang komunis atheis???kenapa justru tidak risih ato tidak malu. Itulah manisnya iman wahai saudaraku, itulah terangnya ilmu agar kita bisa membedakan mana wajib,sunnah,utama,dan mubah. Yg mubahpun kita sebisa mungkin mengikuti bagaimana tata cara beliau…,jangan sampai seperti kebanyakan manusia sekarang ini, islam lupa dgn kebiasaan islamnya (baca Al an’am 116). Cukuplah Alloh dan rosulNya menjadi petunjuk dan suri tauladan kita dalam segala hal kalau ingin selamat dunia akhirat. Wallohua’lam bisshowab.

Komentar oleh abu ulil

W.salam santai aza om jgn emosi. Yg berpendapat beda itu bukan org lain tapi dia saudara kita bahkan dia muslim juga seperti anda. Pakaian yg diwajibkan spserti surah annisa ayat 31 dan surah al-ahzab ayat 59 yg pada prinsipnya menutup aurat titik. Aplikasi , istilah ,nama pakaian terserah saja. Apakah itu jubah, gamis, koko ato nama lain silakan saja. Kalo ada cara yg pernah dilakukan nabi trus itu kita ikuti itu lebih baik. Tapi jgn kita pecah hanya beda istilah saja. Toh yg paling penting dari itu adalah ketaqwaan kita, keihklasan kita dalam menerima ketentuan Allah . Kalo saya boleh saran kita jgn terpecah belah. Mari kita bertanding ihlas, bertanding jujur, bertanding taqwa siapa yg nanti jadi juara Allah yg akan membalasnya.

Komentar oleh Arsyad rohima

Untuk istiqomah wulandari, pemahaman yg antum sebutkan adalah keliru besar,Itu bukan islam, Itu adalah paham Khawarij yg salah dalam menempatkan bagaimana aplikasi dari ayat tersebut, karena hanya menafsirkan sesuai aqal dan pikiran mereka sendiri, coba baca tafsirnya berdasarkan Hadits shohih dari rosululloh s.a.w bagaimana beliau menerangkan ayat tersebut.
Definisi kafir saja banyak qoidah yg harus dipahami, apalagi memvonisnya harus dgn ilmu (alaa bashiroh/hujah yg nyata).Anda mungkin hanya baca dari Al-Qur’an terjemahan sehingga dengan pemahaman anda yg aneh dan picik bilang seperti itu. Coba belajar dulu ilmu bhs arab yg benar, kemudian pahami al-qur’an dgn pemahaman rosululloh s.a.w (belajar ttg hadits shohih yg menjelaskan ayat tsb). Maka anda akan mengetahui apa yg sebenarnya telah anda ucapkan.Bertaubatlah..,Allohulmuwafiq

Komentar oleh abu ulil

masa iya sih ada yang mengatakan wajib. mbok yao saya minta contactperson dari orang yang sampeyan bilan salafi dan jama’ah tabligh tersebut

Komentar oleh Tri Haryanto

sampean ki goblok kabeh…! mestinya urusan agama itu mutlak milik allah sang pencipta kita disuruh tuduk aja… mau ya monggo (surga) nggak mau yo sudah neraka tempatmu lak gampang to gitu aja kok repot

Komentar oleh yayan




Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: