Riset Islam Web Blog


Apakah Itu Jamaah Tabligh, Salafy, Hizbut Tahrer dan Jamaah Islamiyah? by haniakasim
Januari 31, 2007, 10:29 am
Filed under: PERTANYAAN PENTING?

Selama ini yang saya pahami hanyalah dakwah PKS, KAMMI dan HMI selain Muhammadiyah dan NU. Karena maklum dakwah yang dikenal tersebut sangat populer dan mampu menembus lini-lini masyarakat. Namun setelah saya mulai ingin menulis, timbul banyak hal-hal baru dalam penemuan saya. Oleh sebab itulah muncul pertanyaan Apakah Itu Jamaah Tabligh, Salafy, Hizbut Tahrer dan Jamaah Islamiyah? yang ternyata juga memiliki popularitas di masyarakat meskipun terdapat berbagai hal yang kadang saya makin bingung. Kadang ini “itunya mirip tapi yang itu lagi beda” dan begitu seterusnya….

Oleh karena itu saya mohon bantuan teman-teman yang bisa memberikan informasinya dan opininya. Khusus bagi author yang sudah saya tambahkan mohon bisa dituslis langsung pada kolom artikel pada kategori OPINI MEREKA dan KONTROFERSI ISLAM ataupun yang sesuai lainnya.

NB: Saya masih menerima siapapun untuk merequest untuk diangkut menjadi penulis langsung pada situs ini. Semoga Riset Ini berjalan baik dan mendapatkan hasil yang Baik dan Ilmiah serta Sesuai dengan Kenyataan dan Kebenaran Islam. amiennn…..

About these ads

74 Komentar so far
Tinggalkan komentar

menurut saya, kelompok dakwah diatas hanyalah mencari popularitas untuk kalangan ulama atau dai mereka, dan tidak ikhlas memikirkan umat ini. Buktinya adalah, betapa banyak kelompok dakwah di indonesia , tapi lihatlah bangsa kita ini saat ini…

Komentar oleh Abdullah

jamaah tabligh dan hizbut tahrir bukan utk mencari popularitas..
mereka tdk mencari ketenaran dunia…
mereka bekerja bagaimana cara umat saat ini taat kepada Allah SWT.

Komentar oleh fahmi noer ilham

hati hati atas perkatan tuan,bisa bisa tuan dapat AZAB oleh allah swt.

Komentar oleh dimas

Sudahkah anda berdakwah?bgaimn bngsa ini mau berubh kalau anda sndiri tdk ikut dlm usaha da’wah? thnk before saying

Komentar oleh Sukri Kamal

jamaah tabligh dan hizbut tahrir murni memperjuangkan islam bukan mencari populritas, mereka dakwah menggunakan harta dan diri mereka selama menjalankan dakwah mereka, dan tidak berharap bantuan materi dari masyarakat, di dalam hati dan tindakan mereka , yang terpikirkan? bagaimana mengupayakan agar islam kembali berjaya di dunia dengan memberi kan dakwah bahwa solusi dari seluruh kendala ( masalah sosial, hukum dll)yang ada di dunia ini yaitu dengan menjalankan perintah Alloh SWT dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan menjalankan syariat islam

Komentar oleh Ibraheem

Sebaiknya belajar Islam langsung dari sumbernya, yaitu membaca dan mengkaji Al-Qur`an dan hadits-hadits shahih (hadits yg riwayatnya tidak cacat). Kitab-kitab kumpulan Hadits bisa dibeli di toko-toko buku Islam.
Perhatikanlah dan pikirkan apa yang menjadi inti isi dari dakwah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
Bila sudah mempelajari secara mendalam, kita bisa membandingkannya dengan visi dan misi kelompok-kelompok itu. Jangan melihat nama kelompoknya. Tetapi apakah isi yang mereka sampaikan. Apa inti visi dan misi mereka. Apakah sesuai dengan ajaran Al-Qur`an dan Hadits.

Saya tidak menganggap semua kelompok itu benar, atau semua kelompok itu salah. Tetapi berikanlah penilaian secara obyektif. Makanya, standarnya harus ada, yaitu Al-Qur`an dan Hadits-hadits shahih.

Yang berat adalah mempelajari Islam secara mendalam. Membutuhkan waktu yang amat lama. Sangat memerlukan kesabaran.

Jangan terburu-buru menyimpulkan. Berhati-hatilah dalam masalah ini, karena bila kita salah menyimpulkan, kita bisa memecah belah ummat dan merusak ukhuwah (tali persaudaraan).

Semoga kita diberi taufik (petunjuk) oleh Allah.

Komentar oleh samosir

[...] Terbaru samosir pada Apakah Itu Jamaah Tabligh, Salafy, Hizbut Tahrer dan Jamaah Islamiyah?joesatch pada Aktifis Yang Telah Saya Tambahkan.. trims..Abdullah pada Apakah Itu Jamaah Tabligh, [...]

Ping balik oleh Riset Islam Web Blog

Assalaamualaikum…
Numpang lewat dulu, liat liat, ada joesatch juga disini ternyata. he he he :)

Komentar oleh abdullah

O ya, setahu saya banyak penyimpangan yang diberitakan di media massa. Majalah Sabili pernah mengungkapkan bahwa organisasi “Jamaat Islami” tidak ada. Itu hanyalah propaganda Amerika. Lagipula, secara umum istilah “Jama’ah Islamiyah” itu kan artinya “ummat islam yang berjama’ah (bersatu)”.

Ada juga yang bilang bahwa orang-orang yang melakukan aksi teror itu sesungguhnya orang-orang muslim yang marah, dan tidak tau tuntunan menahan marah dalam ajaran Islam. Tidak ada kaitan apa-apa. Tapi dinisbatkan oleh Amerika dan Israel sebagai organisasi terselubung jaringannya di mana-mana.

Jangan percaya begitu saja kepada media massa. Harus “cek n ricek” dari sumbernya.

Komentar oleh samosir

Da’wah yang terorganisis InsyaAllah akan lebih baik…

Komentar oleh Heri Setiawan

Assalammualikum.Kelompok diatas bukan aliran tapi lebih kepada mengamalkan ajaran islam yang sesungguh2sungguhnya dengan mengikuti contoh hidup Rasulullah SAW dan para sahabat dan sahabiyahnya. kejayaan hidup umat manusia terletak pada kesempurnaan agamanya. dan pada jamaah Tabligh yang saya ketahui sebagai berikut: Bahwa untuk dapat mengamalkan agama yang sempurna harus berpedoman kepada AlQuran dan hadits dan dengan dapat mengamalkan 6 sifat para sahabat Rasulullah SAW yaitu :
1. Yakin kepada kalimah thoyyibah, laa ilaa ha illallah Muhammad da Rosulullah. tidak ada yang disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. artinya: memasukan keyakinan hanya kepada Allah SWT dalam hati kita dan mengeluarkan keyakinan pada makhluk dalam hati kita.
2. Sholat khusyu wal khudu. artinya: melaksanakan ibadah sholat dengan konsentrasi bathin hanya kepada Allah SWT, di awal waktu, dengan merendahkan diri dihadapan Allah SWT seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. maksud: membawa sifat ketaatan kepada Allah SWT di dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
3 Ilmu maa dzikir.artinya: ilmu: semua petunjuk yang datang dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW. maksud: mengamalkan perintah Allah SWT pada setiap saat dan keadaan mengikuti cara Rasulullah SAW. Fadhilah : – Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memberikan kepahaman pada agama. – Barang siapa yang memudahkan langkah kakinya menuju majelis ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan langkah kakinya menuju surga. – Barang siapa yang belajar satu ayat Al Quran lebih baik daripada shalat seratus rakaat, dan barang siapa yang belajar satu bab ilmu lebih baik daripada mengerjakan seribu rakaat shalat.
ilmu dibagi 2 yaitu:
1. ilmu fadhail 2. ilmu masail.
cara mendapatkannya : – ilmu fadhail, Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail. Latihan: – Duduk dalam majelis ilmu fadhail. – mengajak orang lain untuk duduk dalam majelis ta’lim fadhail. – hadirkan Fadhilah dalam amal. – Berdoa kepada Allah SWT supaya diberi hajat pada ilmu Fadhail.
cara mendapatkannya : ilmu masail, dakwahkan pentingnya ilmu masail. Latihan : – Duduk dalam majelis ilmu masail bersama ulama. – Bertanya perkara agama dan dunia kepada ulama. – silaturahmi kepada ulama. – Berdoa kepada Allah SWT supaya diberi hajat ilmu Masail.
Dzikir artinya : Mengingat Allah SWT sebagaimana Agungnya Allah SWT. maksud: Menghadirkan keagungan Allah SWT dalam hati kita.
4.Ikramul muslimin, artinya: memuliakan saudara sesama muslim. maksud: menunaikan hak-hak sesama muslim tanpa menuntuk hak darinya.(tidak pamrih)
5.Tashihun niat artinya: Membetulkan niat. maksud: Membersihkan niat dalam setiap amalan semata-mata karena Allah SWT.
6. Dakwah wa Tabligh artinya: dakwah adalah mengajak dan Tabligh adalah menyampaikan. maksud: – Memperbaiki diri, yaitu mempergunakan harta, diri dan waktu seperti yang diperintahkan Allah
SWT.- Menghidupkan agama yang sempurna pada diri sendiri dan manusia seluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.
Fadhilah: – Allah SWT berfirman, “tidak ada perkataan yang lebih baik daripada orangf yang mengajak taat kepada Allah SWT. – Pahala orang yang menyeru berbuat kebaikan sebanding dengan orang yang mengamalkannya. – sepagi sepetang keluar di jalan Allah SWI lebih baik daripada mendapatkan dunia beserta isinya.
cara mendapatkannya: – Dakwahkan pentingnya dakwah dan Tabligh. – Latihan : Minimal 4 bulan seumur hidup, 40 hari setiap tahun, 3 hari setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari. – Berdoa agar Allah SWT memberikan taufiq dan hidayah untuk diberikan hakekat Dakwah dan Tabligh.

Semoga Allah SWT senantiasa bersama kita semua. Mengampuni semua dosa dan khilap kita, dan memberikan hidayah bagi kita semua. Amin ya Robbal Alamin. Alhamdulillah. wassalammualaikum.

Komentar oleh pria kunta biswara

terlepas dari pengertian Dakwah, saya ingin bertanya… tapi mohon maaf sebelumnya…

1. maukah kita sesama umat islam, namun beda jamaah/aliran mau bersatu memberantas Maksiat di Indonesia??

2. maukah kita hidup mesra dan saling tolong menolong dengan sesama muslim namun beda aliran/jama’ah??

3. maukah pribadi kita memahami dan memaklumi kenapa si dia memilih jema’ah lain dan kemudian tetap berteman akrab??

4. bisakah kita berhenti saling menghujat?? dan kemudian saling menyapa???

5. apakah ada surga atau nerakanya Muhammadiyah / NU / PKS / SALAFY / PERSIS ???

sekali lagi saya mohon maaf, insya Allah saya iklas dan ridho kalo melihat ketentraman dan keharmonisan Islam di Indonesia. maaf saya masih belajar.

Komentar oleh udienz

ASSALAMU’ALAIKUM…..
Perpecahan ummat Islam seperti yg telah dilontarkan oleh para ihwan diatas bahwa semua itu adalah berangkat dari nash yg jelas;
1. Dalam QS Al Baqoroh yg menceritakan ttg hukuman Alloh SWT kepada nabi Adam AS dan Hawa setelah makan buah Khuldi….nabi Adam AS dan Hawa d perintahkan turun ke bumi…tida’ hanya itu…Alloh jg berfirman “bahwa sebagian dari kalian (keturunan Adam & Hawa) menjadi musuh bagi sebagian yg lain.
2. Rosululloh SAW telah bersabda bahwa ummat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan….72 diantara mereka masuk neraka dan 1 golongan masuk syurga….ketika Rosul d tanya tentang 1 golongan tersebut itu siapa? Beliau menjawab; golongan “AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH”,kemudian para sahabat bertanya ttg apa/siapa Ahlussunnah wal jama’ah tsb?Rosul SAW menjawab; “ma ana alaihi wa ash habi”.
Yang menjadi permasalahan adalah bahwa dinamika perbedaan pendapat terfokus kepada “klaim Ahlussunnah wal Jama’ah itu golongan mana d antara golongan2 yg ada saat sekarang?”
Kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rosul SAW d pegang oleh para Khulafaurrosyidin, pada masa ini banyak d jumpai beberapa hal baru yg muncul dan belum pernah terjadi pada masa Rosululloh SAW.
1. Kholifah I, Abu Bakar As Syiddiq mencanangkan adanya gaji bagi para pegawai pemerintahan pada saat ia memimpin yang mana pada masa Rosul SAW gaji pegawai itu tidak ada, yg ada pada masa Rosul SAW adalah Khumusul Khumus dari Ghonimah (harta rampasan perang) atau harta fe’. Kemudian Abu Bakar memiliki inisiatif dan ia terapkan dengan memunculkan gaji terhadap para pegawai dengan manajemen saat itu bahwa semua pegawai d gaji sama rata dan belum d sesuaikan dengan jabatan. Pada saat ini para sahabat yg lain satupun tidak ada yg mengingkarinya, artinya mereka sepakat…….selain sebagai sahabat, Abu Bakar juga mertua Rosul SAW.
2. Kholifah II, S Umar bin Khottob mencanangkan manajemen penggajian pegawai berbeda dengan Abu Bakar.
 Pada masa S Umar ini mulai muncul istilah jabatan/kedudukan yg berimplikasi pada perbedaan nilai gaji sesuai dengan jabatan sehingga pada suatu ketika putra S Umar yg bernama Abdulloh bin Umar bertanya kepada bapaknya (S. Umar); wahai Amirul Mukminin, aku masuk Islam bersamamu, Aku hijrah bersamamu, Aku berperang bersamamu, justru sekarang engkau banyak bekerja di belakang meja dan aku bekerja d medan perang,…bagaimana bisa gajiku lebih rendah tidak sama dengan gajimu lebih tinggi? Jawab S Umar; Benar demikian wahai anakku, tp perlu kamu ketahui bahwa perbedaan gaji itu berangkat dari perbedaan jabatan, aku sebagai Amirul Mukminin dan kamu sebagai kepala pasukan…….
 Pada suatu malam di bulan Romadlon S Umar pergi ke masjid, dilihatnya orang2 melaksanakan sholat tarowih dengan sendiri2. ada yg mengerjakan berjama’ah dua orang di sebelah sudut, ada yg mengerjakan sendiri d ssi yg lain dan macam2…..sehingga beliau berkata…..alangkah baiknya jika orang2 yg mengerjakan tarowih ini aku kumpulkan jadi satu untuk melaksanakannya dengan cara berjamaah dengan satu imam……perlu d ketahui bahwa pada masa Rosul SAW tidak ada riwayat yg menerangkan Rosul berjamah sholat tarowih dari awal hingga Akhir malam Romadlon….sehingga muncul perbedaan pendapat ttg bilangan sholat tarowih…pada masa Abu Bakar sholat tarowih kurang mendapat perhatian karena umat Islam pada masa tersebut di sibukkan dg adanya penataan pemerintahan, menangani orang murtad dan para pembangkang zakat dll….hingga akhirnya s Umar menginstruksikan para sahabat untuk berjama’ah tarowih dg satu imam. setelah terlasana beliau berkata; “Inilah sebaik-baik bid’ah(Sholat tarowih dg berjama’ah)”
 Adzan dua kali pada pelaksanaan Jum’ah, dll.
Pada saat ini para sahabat yg lain satupun tidak ada yg mengingkarinya, artinya mereka sepakat…….
Perlu di ketahui bahwa Rosul SAW bersabda;
a. “Berpeganglah kalian kepada dua orang setelahku “Abu Bakar dan Umar””.
b. “Seandainya Alloh SWT akan mengutus nabi setelahku, niscaya Alloh akan menjadikan Umar sebagai nabi”.

3. Kholifah III, S Utsman bin Affan. Mushaf Al Qur’an yg sampai pada kita saat ini tidak lain adalah jasa beliau, jika tanpa jasa beliau maka entah apa jadinya. inisiatif ini d ambil oleh beliau tidak lain untuk menyelamatkan Al Qur’an itu sendiri seiring berkurangnya para sahabat yg hafal Al Qur’an karena meninggal dunia, padahal perintah penulisan Al Qur’an pada masa Nabi Muhammad SAW tidak d temukan riwayatnya, dll.
4. Kholifah IV, S Ali karromallohu wajhah. Pada masa ini banyak hal baru muncul. Pada masa sebelumnya, ilmu dalam Islam hanya mengenal Al Qur’an dan Al Hadits, namun pada masa beliau muncul berbagai fan ilmu dalam Islam.
Perlu diketahui bahwa S Utsman dan S Ali kw adalah dua sahabat sekaligus menantu Nabi SAW
Diatas adalah masa-masa para sahabat masih bersatu dan bersepakat dalam suatu masalah, artinya ber-JAMA’AH.
Ini adalah makna yg d rumuskan oleh para ulama pada masa itu dengan mengusung term AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH, yaitu golongan yg senantiasa berpegang kepada sunnah2 Rosul SAW dan JAMA’AH para sahabat.
Pada perkembangannya,masih d penghujung kurun khulafaur rosyidin akhir masa2 S Ali kw muncul gejolak dalam Islam….perang saudara telah d mulai….Konflik S Ali dan S A’isyah (istri Nabi SAW) yang di kenal dengan Waq’atul Jamal. Konflik S Ali kw dan Muawiyyah terdokumentasikan dalam perang sifin yg berakhir dengan AQDUT TAHKIM (diplomasi) antara dua kubu yg bertikai yg pada akhirnya menjadi tersingkirkannya S Ali kw dari kekuasaan penuh sebagai Amirul Mukminin.
Berangkat dari peristiwa ini muncullah sekte2 dalam Islam;
1. Syi’ah, golongan yg mendukung S Ali kw dalam kondisi apapun.
2. Khowarij, golongan yg pada mulanya mendukung S Ali kemudian keluar dari kelompok S Ali karena TIDAK SETUJU DG CARA YG D TEMPUH OLEH S ALI KW DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DG MUAWIYYAH YAITU BAHWA S ALI KW MENYELESAIKAN KONFLIK TERSEBUT DG AQDUT TAHKIM YG MENURUT KHOWARIJ CARA TERSEBUT KELUAR DARI AL QUR’AN DAN AL HADITS…..Khowarij berpendapat bahwa siapa sj yg menyelesaikan masalah tdk menggunakan Al Qur’an dan Al Hadits maka ia adalah kufur, sehingga pada perkembangannya golongan Khowarij ini menganggap S Ali kw dan Muawiyyah serta yg mendukung keduanya telah kufur….na’udzubillah.
Permasalahan diatas muncul pertama kali dalam bentuk masalah politik kemudian berkembang ke ranah aqidah….
Khowarij begitu dinamis mengembangkan aqidahnya hingga sempalannya (sub sekte Khowarij) berpendapat bahwa “ORANG ISLAM YG MELAKUKAN DOSA BESAR ADALAH KAFIR”…..DST.
Sampai saat ini kita bisa melihat golongan dalam Islam yg memaksakan bahwa orang Islam harus berhukum langsung dg Al Qur’an dan Al Hadits tanpa mengukur kemampuan mereka dalam ber istinbat…dan kita dpt mengetahui dari mana pangkal atau induk golongan ini.
Hingga selanjutnya bermunculan sekte2 baru yg lain seperti golongan QODARIYYAH yg berpendapat bahwa manusialah yg menentukan dirinya sendiri tanpa campur tangan dari ALLOH, mereka bertendensi pada ayat “Alloh tdk akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yg merubahnya”. Kemudian golongan JABBARIYYAH yg berpendapat bahwa manusia dalam setiap geraknya itu tdk memiliki kuasa, ia dipaksa ibarat boneka dg tendensi ayat “Alloh menciptakan kalian dan apa2 yg kalian kerjakan”.
Setelah itu muncul golongan Mu’tazilah yg berusaha menampilkan konsep baru sebagai metode pemahaman dan pengamalan Islam dg komposisi AKAL SEBAGAI HUJJAH DI ATAS AL QUR’AN DAN AL HADITS,…saking getolnya mereka mengkampanyekan pahamnya dan adanya misi MU’TAZILAH-ISASI kita mengenal adanya peristiwa MIHNAH pada masa tersebut dg mengusung form pertanyaan tentang “AL QUR’AN ITU QODIM ATAU HADITS?”, dg bernaung kepada penguasa pada saat itu pertanyaan ini diajukan kepada siapa sj yg menjadi pejabat pemerintah dan para ulama pada saat itu guna tujuan diatas. Pada perkembangannya kita bisa melihat golongan2 pada saat ini yg mendudukkan akal di atas Al Qur’an dan Al Hadits sebagai NEO MU’TAZILAH…begitu beraninya mereka berpendapat bahwa jika terdapat ayat2 al Qur’an yg relevan dg jaman kita pakai dan yg tidak relevan di buang d tong sampah….
Setelah itu muncul ulama yg d kenal dg nama Imam Abu Hasan Al Asy’ari (Imam Asy’ari, beliau adalah murid dari Abu Ali Al Jubay (tokoh kenamaan Mu’tazilah pd saat itu). Imam Asy’ari telah berkhidmah kepada gurunya Abu Ali Al Jubay selama 40 tahun, ia juga sering d perintah oleh gurunya untuk mewakili berdebat….hingga pada suatu ketika ia ragu dan bertanya ttg faham yg d usung MU’TAZILAH kepada gurunya ttg Fi’lus sholah tsummal Aslah bahwa Alloh wajib berbuat baik dan yg lebih baik kepada hambanya….ia bertanya;”bagaimana pendapat anda tentang orang yg d beri umur panjang dan menghabiskan waktunya untuk ketaatan kemudian meninggal?guru menjawab: ia masuk surga. bagaimana pendapat anda ttg orang yg d beri umur panjang d gunakan utk kemaksiatan dan meninggal?guru; ia masuk neraka. bgmn pendapat anda ttg anak kecil mati? guru:ia tidak masuk syurga dan tdk masuk neraka, ia bertempat d antara dua tempat (almanzilah bainal manzilatain).kemudian imam asy’ari berkata sebagai kritik atas paham mu’tazilah yg saat itu masih ia anut;bagaimana mungkin hal ini terjadi, sebab orang yg masuk neraka tentu akan protes kepada Alloh;”Ya Alloh mengapa Engkau tidak adil terhadapku,mengapa Engkau tidak memberiku amal yg baik seperti saudara yg telah engkau beri umur panjang dan amal yg baik hingga masuk surga?atau seperti anak kecil yg mati hingga aku tidak masuk neraka?”sampai d sini Abu Ali Al Jubay diam tdk menjawab.Setelah ini muncullah keraguan dalam diri imam asy’ari ttg paham Mu’tazilah yg sudah sekian lama ia anut, kemudian ia pergi dan keluar dari Mu’tazilah serta terus bertafakkur berusaha mencari kebenaran ttg Alloh SWT. Hingga akhirnya ia memunculkan paham yg hingga sampai sekarang kita kenal dg paham ASYA’IROH yaitu paham yg menawarkan kepada kita ttg aqidah yg harus d ketahui oleh seorang muslim sebagai dasar keimanan dalam rangka mengenal Alloh. seiring dg itu ada ulama lain yg jg sepaham dg beliau yaitu Imam Abu Manshur Al Maturidy. aqidah yg d cetuskan keduanya di kenal dg AQOID KHOMSIN (aqidah 50) yg mencakup 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, 1 sifat jaiz Alloh, 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil, 1 sifat jaiz rosul.
Aqidah 50 itu muncul dari sebuah konsep, metode dan sistem berpikir yg sungguh tidak serta merta dan mudah,…hasil pemikiran ini kemudian d sepakati oleh kebanyakan para ulama pada masa itu sebagai paham AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH yg harus d ikuti dalam bidang USHULUDDIN/AQIDAH.
Selanjutnya para ulama’ sepakat bahwa seiring dg dinamika ilmu dalam Islam khususnya dalam bidang fiqh (furu’) banyak bermunculan imam2 madzhab, maka kebanyakan para ulama pada masa tersebut sepakat bahwa madzhab yg layak diikuti dalam furu’ (fiqh) ada 4, (Hanafi,Maliki,Syafii,Hanbali). Pertimbangan dipilihnya 4 madzhab padahal pada masa tersebut banyak imam madzhab itu berdasar pada “BUKAN KARENA MENGANGGAP REMEH DAN SALAH DARI IMAM SELAIN MADZHAB EMPAT, NAMUN SELEKSI TERSEBUT DI TEKANKAN PADA “BAHWA PERIWAYATAN DARI MADZHAB EMPAT (Hanafi,Maliki,Syafii,Hanbali) INI LEBIH TERJAGA KARENA TERBUKUKANNYA SECARA RAPI,METHODOLOGIS DAN SISTEMATIS HINGGA PADA SAAT ITU,…SEMENTARA PARA PERIWAYAT DARI IMAM MADZHAB SELAIN MADZHAB EMPAT TIDAK JELAS DAN TIDAK TERKODIFIKASI SECARA RAPI,INI SANGAT PENTING KARENA BERKAITAN DENGAN ALUR SISTEM BERPIKIR (MADZHAB) IMAM MADZHAB ITU SENDIRI KARENA MADZHAB TIDAK LAIN BERARTI JALAN BERPIKIR”.
Dalam bidang bidang akhlaq/tashowwuf Ahlussunnah wal jama’ah berpegang kepada pola berpikir yang telah di gariskan oleh Imam Junaidi Al Baghdadi dan Imam Al Ghozali yg telah dapat memisahkan dan mendudukkan antara khurafat,filsafat,bid’ah,syirik dan imam pada porsi masing2.
Kebanyakan para ulama pada saat itu memproklamirkan bahwa Imam2 madzhab d atas sesuai dengan semangat hadits Rosul SAW “BERPEGANGLAH KALIAN DENGAN SUNNAHKU DAN SUNNAH KHULAFAURROYIDIN”,jika demikian mengikuti shohabat (khulafaurosyidin) secara esensi berarti mengikuti Rosululloh SAW.

KHOTIMAH!
SILAHKAN BAGI SIAPA SAJA YG MEMANG MEMILIKI KEMAMPUAN ISTINBATH (MENGGALI HUKUM LANGSUNG DARI AL QUR’AN DAN HADITS), KARENA HAL TERSEBUT TETAP TERBUKA BAGI SIAPA SJ YG MAMPU. TAPI JIKA TIDAK MAMPU JANGAN MEMAKSAKAN DIRI UNTUK MAMPU….SAYA SERING MENJUMPAI ORANG YG MENGAKU MAMPU MENGGALI HUKUM LANGSUNG DARI AL QUR’AN…TP KETIKA SAYA MENDENGAR IA BACA AL QUR’AN MASIH HARUS BANYAK BELAJAR….JANGAN MAIN2 DG AL QUR’AN……………….
SAYA TDK TAHU,…..NU, MUHAMMADIYYAH ATAU YG LAINNYA YG SESUAI………LEPAS DG MELIHAT PERSON PELAKU……TP HANYA MELIHAT POLA SISTEM BERPIKIR YG D ANUT……………
Sedikit tentang jama’ah Tabligh/Khuruj/Jaulah…….bagi siapa saja yg belum mengenal betul ttg jama’ah tersebut jangan berkomentar,…….pelajari dulu……..d telaah dan pahami……..baru di simpulkan……satu catatan penting dan dapat d jadikan reverensi bahwa DR. SID ROMDHON AL BUTHI salah satu guru besar Al Azhar Cairo berkata; “………bahwa Jama’ah Tabligh/Khuruj/Jaulah itu termasuk Ahlussunnah Wal Jama’ah…………………”.
TRIMAKASIH SEMOGA MEMBANTU…
WALLOHU A’LAM BIS SHOWAB
WASSALAM

Komentar oleh Rafel

Term Ahlussunnah Wal Jama’ah sebagai golongan dalam Islam muncul sebagai reaksi gejolak politik yg mempengaruhi ranah Agama……namun pada hakikatnya sudah ada sejak Rosululloh SAW masih hidup dg menilik sesuatu yg tersirat maupun tersurat dr sabda2 Beliau SAW…..wal hasil Ahlussunnah wal jama’ah adalah paham yg telah di katakan oleh sabda beliau……selain menganut madzhab2 seperti yg saya paparkan diatas, sebagai ciri2 faham Ahlussunnah wal jama’ah adalah memiliki pola yg menjadi prinsip berpikir sbb;
1. Ta’adul (tegas)
2. Tawazun (berimbang/proporsional)
3. Tawassuth (moderat;tdk tathorruf/ekstrim)
4. Tasamuh (toleran)
sehingga berangkat dr prinsip ini d rumuskan;
Siapa saja yg Ridlo terhadap Alloh SWT sbg Tuhannya, Muhammad SAW sbg nabinya, Al Qur’an sebaai kitab dan imamnya, Ka’bah sbg kiblatnya, Sholat 5 waktu adalah kewajibannya, dll maka ia berhak di hormati dan d lindungi harga dirinya….embuh iku NU, Muhammadiyyah dll…dan tidak mudah menganggap musyrik atau kafir sesama muslim…pada masa Nabi SAW sibuk mengIslamkan orang………cukup aneh pada masa sekarang ada orang yg sibuk mengkafirkan sesama muslim…..???

Komentar oleh Rafel

hati hati terhadap gol salafy,,,
krn mereka selalun membuat perpecahan

Komentar oleh dimas

wahabi modern sekarang direpresentasikan oleh salafy. salary ini sering tengkar, sehingga timbul banyak kelompok baru. ada kelompok solo, kelompok jogja, ada kelompok yg beririsan dgn IM, ada kelompok yg beririsan dengan abu bakar ba’asyir, yaitu MMI. yg diketuai fauzan al anshori.

saya ada artikelnya tapi panjang banget. japri ajah ke papabonbon. kalo niat cari skripsinya anak fisip / fia, banyak yg udah nulis ttg gerakan islam di indonesia.

kalo jamaah tabligh bermulai di awal abad ini di pakistan. makanya maniak jaulahnya ke india dan pakistan. pusatnya di indonesia di magetan. oleh salafy, golongan ini dianggap banyak bid’ahnya, karena kitab fadhilah amal dan hikayatul sahabat yg selalu dibaca abis sholat dalam forum mereka banyak haditsnya yg ndak shohih. tapi yg asik dari mereka, pembagian waktu dan hidupnya yg teratur. yg sebel, resenya mereka ngedatengin kita, kalo kamu dijadiin target dakwah. lagian mereka berusaha tampil apolitis. ini salah satu dari 4 pantangan mereka. dilarang bicara politik ketika lagi jaulah/dakwah.

Komentar oleh papabonbon

Asalam Mualaikum Wr. Wb.
Dikisahkan oleh Alim Ulama:
Nabi Musa A.S bertemu dgn umatnya yang sudah 60 tahun ber-ibadah di masjid dan hidup dgn amalan-amalan sholeh lainnya.
Suatu waktu dia mengajukan pertanyaan kepada Nabi Musa A.S untuk di sampaikan kepada Allah SWT. bahwa di manakah tempat untuknya di akherat nanti?
Lalu disampaikanlah pertanyaan tsb. kepada Allah SWT. dan Nabi Musa AS. pun tercengang setelah mendapat jawaban dari Allah SWT. bahwa umatnya tersebut akan ditempatkan di neraka. Nabi Musa AS. kembali bertanya bagaimana hal tsb bisa terjadi sedangkan dia sudah mengabdikan dirinya selama 60 th untuk agama. Kembali dijawab oleh Allah SWT bahwa umatnya tersebut masuk Neraka dikarenakan dia beribadah hanya untuk dirinya sendiri tanpa merisaukan umat yang lain atau keluarganya (Handai tolannya, dll.)
Mendengar jawaban tersebut umat Nabi Musa A.S. kaget dan segera memohon ampunan Allah SWT atas ketidak pahaman-nya selama ini namun karena ketawajuhannya dia merasa ridho jikalau harus masuk Neraka karena kehendak/keputusan dari Allah SWT. dan dgn memohon satu persyaratan agar tubuhnya dibesarkan seluas/sebesar Neraka agar tidak ada tempat utk umat yang lain masuk Neraka karena besar tubuhnya itu.
Dan disampaikanlah oleh Nabi Musa AS. keridho-an dan permohonan ampun atas ketidak tahuannya itu serta pengajuan persyaratan umat-nya tsb kepada Allah SWT. Dan setelah mendengar semua yang disampaikan, Allah SWT. berkata bahwa surga-lah sekarang tempatnya untuk umat-nya Nabi Musa AS. itu.
Hanya karena risau (perduli) kepada umat satu kali saja, Allah SWT. berkenan memberikan surga kpd hambaNya.

Semoga kisah di atas dapat menjadi hikmah bagi kita semua, dapat memberikan kesadaran bahwa tugas dakwah wa’Tabligh yang artinya mengajak dan menyampaikan tentang ketentuan agama yang sebenar-benarnya yang dikehendaki Allah SWT. adalah tugas kita semua sebagai umat Muslim dan Muslimah dengan pedoman Alqur’an dan Hadist dan amalan hidup yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW (Sunnah Rasul).
Pada jama’ah Tabligh yang saya ketahui membaca Fadhail A’mal dan Hikayatush Sahabah bisa kapan saja, tidak selalu habis Sholat. Biasanya dibuat program di rumah atau pada saat huruj/masturot dgn membentuk halaqah taklim. Membaca kitab Alqur’an tidak bisa diartikan sama dengan membaca kitab Fadhail A’mal, jangan salah menafsirkannya. Jadi ikut keluar dulu 3 hari deh jihad fisabilillah atau ikut program amalan jama’ah Tabligh Insya Allah akan mengetahui kebaikan dan memahami kebenarannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar oleh Tilka

Buat saudaraku mas kunta dan Tilka ,saya salut dengan giatnya dakwah dikalangan JT ,berkorban untuk menyampaikan risalah ke pelosok-pelosok. Namun demikian untuk menyampaikan risalah kita haruslah memiliki ilmu, semoga saudara JT tidak lupa untuk menuntut ilmu syar’i memperdalah fiqih dan memperdalam ilmu lainnya. Biasakanlah dalam berdakwah disebutkan dalilnya datang dari mana karena jika tidak hal itu akan sangat mudah terbantahkan. Kita bisa bercerita yang sangat “dahsyat” kepada orang awam ,maka hal itu akan mengagumkan tapi bagaimana jika suatu saat ceita 2x yang kita sampaikan tidak berdalil dan mereka bertanya ?? tentunya akan terjadi kegoncangan . saya hanya mengingatkan demi kemajuan dakwah kita bersama :-) afwu minkum

Komentar oleh Si Dha'if

assalamu alaikum, saya berifikir bahwa alangkah indahnya jika setiap kelompok umat Islam tidak memberikan nama kepada masing-masing kelompoknya. Hal itu perlu dilakukan mengingatkan pemberian nama seperti nu, muhammadiyah, jamaah tabligh, salafiyah, bahkan juga alusunnah waljamaah hanya akan memperbesar konflik khilafiah. Banyaknya nama organisasi dan aliran berbanding lurus dengan banyaknya konflik antar kelompok Islam. Kalau mau jujur, semua kelompok menyatakan dirinya benar. Dan memang sudah diprediksikan oleh Nabi Besar Muhammad bahwa akan terbagi 72 golongn umat Islam tapi hanya satu kelompok yang masuk sorga. Jika ada predeksi demikian maka tidak perlu membuat kelompok-kelompok agar kita semua umat Islam dapat masuk sorga. Hanya satu kata: berpegang teguh terhadap Al-Quran dan Sunnah Rasulullah, dan satu kata Islam, jangan ada lagi kelompok sempalan yang diciptakan. Karena kelompok yang diciptakan itu sudah pasti punya maksud tertentu, kalau pencetusnya dari umat Islam maka sudah pasti ada embel-embel riya’ demi nama kelompoknya. Sebaliknya jika yang menciptakan kelompok itu adalah non muslim yang berpura-pura sebagai muslim maka kelompok itu benar-benar bencana bagi umat Islam yang harus disikapi secara keras seperti JIL (Jaringan Islam Liberal) yang didanai Yahudi demi merusak aqidah umat Islam. Mohon seluruh umat Islam bersatu, dan hanya ada satu nama Islam yang ada di Al Quran, tidak ada embel-embel lain yang menyesatkan, titik.

Komentar oleh muhammadsalim

ASSALAMU’ALAIKUM…..
Perpecahan ummat Islam seperti yg telah dilontarkan oleh para ihwan diatas bahwa semua itu adalah berangkat dari nash yg jelas;
1. Dalam QS Al Baqoroh yg menceritakan ttg hukuman Alloh SWT kepada nabi Adam AS dan Hawa setelah makan buah Khuldi….nabi Adam AS dan Hawa d perintahkan turun ke bumi…tida’ hanya itu…Alloh jg berfirman “bahwa sebagian dari kalian (keturunan Adam & Hawa) menjadi musuh bagi sebagian yg lain.
2. Rosululloh SAW telah bersabda bahwa ummat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan….72 diantara mereka masuk neraka dan 1 golongan masuk syurga….ketika Rosul d tanya tentang 1 golongan tersebut itu siapa? Beliau menjawab; golongan “AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH”,kemudian para sahabat bertanya ttg apa/siapa Ahlussunnah wal jama’ah tsb?Rosul SAW menjawab; “ma ana alaihi wa ash habi”.
Yang menjadi permasalahan adalah bahwa dinamika perbedaan pendapat terfokus kepada “klaim Ahlussunnah wal Jama’ah itu golongan mana d antara golongan2 yg ada saat sekarang?”
Kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rosul SAW d pegang oleh para Khulafaurrosyidin, pada masa ini banyak d jumpai beberapa hal baru yg muncul dan belum pernah terjadi pada masa Rosululloh SAW.
1. Kholifah I, Abu Bakar As Syiddiq mencanangkan adanya gaji bagi para pegawai pemerintahan pada saat ia memimpin yang mana pada masa Rosul SAW gaji pegawai itu tidak ada, yg ada pada masa Rosul SAW adalah Khumusul Khumus dari Ghonimah (harta rampasan perang) atau harta fe’. Kemudian Abu Bakar memiliki inisiatif dan ia terapkan dengan memunculkan gaji terhadap para pegawai dengan manajemen saat itu bahwa semua pegawai d gaji sama rata dan belum d sesuaikan dengan jabatan. Pada saat ini para sahabat yg lain satupun tidak ada yg mengingkarinya, artinya mereka sepakat…….selain sebagai sahabat, Abu Bakar juga mertua Rosul SAW.
2. Kholifah II, S Umar bin Khottob mencanangkan manajemen penggajian pegawai berbeda dengan Abu Bakar.
 Pada masa S Umar ini mulai muncul istilah jabatan/kedudukan yg berimplikasi pada perbedaan nilai gaji sesuai dengan jabatan sehingga pada suatu ketika putra S Umar yg bernama Abdulloh bin Umar bertanya kepada bapaknya (S. Umar); wahai Amirul Mukminin, aku masuk Islam bersamamu, Aku hijrah bersamamu, Aku berperang bersamamu, justru sekarang engkau banyak bekerja di belakang meja dan aku bekerja d medan perang,…bagaimana bisa gajiku lebih rendah tidak sama dengan gajimu lebih tinggi? Jawab S Umar; Benar demikian wahai anakku, tp perlu kamu ketahui bahwa perbedaan gaji itu berangkat dari perbedaan jabatan, aku sebagai Amirul Mukminin dan kamu sebagai kepala pasukan…….
 Pada suatu malam di bulan Romadlon S Umar pergi ke masjid, dilihatnya orang2 melaksanakan sholat tarowih dengan sendiri2. ada yg mengerjakan berjama’ah dua orang di sebelah sudut, ada yg mengerjakan sendiri d ssi yg lain dan macam2…..sehingga beliau berkata…..alangkah baiknya jika orang2 yg mengerjakan tarowih ini aku kumpulkan jadi satu untuk melaksanakannya dengan cara berjamaah dengan satu imam……perlu d ketahui bahwa pada masa Rosul SAW tidak ada riwayat yg menerangkan Rosul berjamah sholat tarowih dari awal hingga Akhir malam Romadlon….sehingga muncul perbedaan pendapat ttg bilangan sholat tarowih…pada masa Abu Bakar sholat tarowih kurang mendapat perhatian karena umat Islam pada masa tersebut di sibukkan dg adanya penataan pemerintahan, menangani orang murtad dan para pembangkang zakat dll….hingga akhirnya s Umar menginstruksikan para sahabat untuk berjama’ah tarowih dg satu imam. setelah terlasana beliau berkata; “Inilah sebaik-baik bid’ah(Sholat tarowih dg berjama’ah)”
 Adzan dua kali pada pelaksanaan Jum’ah, dll.
Pada saat ini para sahabat yg lain satupun tidak ada yg mengingkarinya, artinya mereka sepakat…….
Perlu di ketahui bahwa Rosul SAW bersabda;
a. “Berpeganglah kalian kepada dua orang setelahku “Abu Bakar dan Umar””.
b. “Seandainya Alloh SWT akan mengutus nabi setelahku, niscaya Alloh akan menjadikan Umar sebagai nabi”.

3. Kholifah III, S Utsman bin Affan. Mushaf Al Qur’an yg sampai pada kita saat ini tidak lain adalah jasa beliau, jika tanpa jasa beliau maka entah apa jadinya. inisiatif ini d ambil oleh beliau tidak lain untuk menyelamatkan Al Qur’an itu sendiri seiring berkurangnya para sahabat yg hafal Al Qur’an karena meninggal dunia, padahal perintah penulisan Al Qur’an pada masa Nabi Muhammad SAW tidak d temukan riwayatnya, dll.
4. Kholifah IV, S Ali karromallohu wajhah. Pada masa ini banyak hal baru muncul. Pada masa sebelumnya, ilmu dalam Islam hanya mengenal Al Qur’an dan Al Hadits, namun pada masa beliau muncul berbagai fan ilmu dalam Islam.
Perlu diketahui bahwa S Utsman dan S Ali kw adalah dua sahabat sekaligus menantu Nabi SAW
Diatas adalah masa-masa para sahabat masih bersatu dan bersepakat dalam suatu masalah, artinya ber-JAMA’AH.
Ini adalah makna yg d rumuskan oleh para ulama pada masa itu dengan mengusung term AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH, yaitu golongan yg senantiasa berpegang kepada sunnah2 Rosul SAW dan JAMA’AH para sahabat.
Pada perkembangannya,masih d penghujung kurun khulafaur rosyidin akhir masa2 S Ali kw muncul gejolak dalam Islam….perang saudara telah d mulai….Konflik S Ali dan S A’isyah (istri Nabi SAW) yang di kenal dengan Waq’atul Jamal. Konflik S Ali kw dan Muawiyyah terdokumentasikan dalam perang sifin yg berakhir dengan AQDUT TAHKIM (diplomasi) antara dua kubu yg bertikai yg pada akhirnya menjadi tersingkirkannya S Ali kw dari kekuasaan penuh sebagai Amirul Mukminin.
Berangkat dari peristiwa ini muncullah sekte2 dalam Islam;
1. Syi’ah, golongan yg mendukung S Ali kw dalam kondisi apapun.
2. Khowarij, golongan yg pada mulanya mendukung S Ali kemudian keluar dari kelompok S Ali karena TIDAK SETUJU DG CARA YG D TEMPUH OLEH S ALI KW DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN DG MUAWIYYAH YAITU BAHWA S ALI KW MENYELESAIKAN KONFLIK TERSEBUT DG AQDUT TAHKIM YG MENURUT KHOWARIJ CARA TERSEBUT KELUAR DARI AL QUR’AN DAN AL HADITS…..Khowarij berpendapat bahwa siapa sj yg menyelesaikan masalah tdk menggunakan Al Qur’an dan Al Hadits maka ia adalah kufur, sehingga pada perkembangannya golongan Khowarij ini menganggap S Ali kw dan Muawiyyah serta yg mendukung keduanya telah kufur….na’udzubillah.
Permasalahan diatas muncul pertama kali dalam bentuk masalah politik kemudian berkembang ke ranah aqidah….
Khowarij begitu dinamis mengembangkan aqidahnya hingga sempalannya (sub sekte Khowarij) berpendapat bahwa “ORANG ISLAM YG MELAKUKAN DOSA BESAR ADALAH KAFIR”…..DST.
Sampai saat ini kita bisa melihat golongan dalam Islam yg memaksakan bahwa orang Islam harus berhukum langsung dg Al Qur’an dan Al Hadits tanpa mengukur kemampuan mereka dalam ber istinbat…dan kita dpt mengetahui dari mana pangkal atau induk golongan ini.
Hingga selanjutnya bermunculan sekte2 baru yg lain seperti golongan QODARIYYAH yg berpendapat bahwa manusialah yg menentukan dirinya sendiri tanpa campur tangan dari ALLOH, mereka bertendensi pada ayat “Alloh tdk akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yg merubahnya”. Kemudian golongan JABBARIYYAH yg berpendapat bahwa manusia dalam setiap geraknya itu tdk memiliki kuasa, ia dipaksa ibarat boneka dg tendensi ayat “Alloh menciptakan kalian dan apa2 yg kalian kerjakan”.
Setelah itu muncul golongan Mu’tazilah yg berusaha menampilkan konsep baru sebagai metode pemahaman dan pengamalan Islam dg komposisi AKAL SEBAGAI HUJJAH DI ATAS AL QUR’AN DAN AL HADITS,…saking getolnya mereka mengkampanyekan pahamnya dan adanya misi MU’TAZILAH-ISASI kita mengenal adanya peristiwa MIHNAH pada masa tersebut dg mengusung form pertanyaan tentang “AL QUR’AN ITU QODIM ATAU HADITS?”, dg bernaung kepada penguasa pada saat itu pertanyaan ini diajukan kepada siapa sj yg menjadi pejabat pemerintah dan para ulama pada saat itu guna tujuan diatas. Pada perkembangannya kita bisa melihat golongan2 pada saat ini yg mendudukkan akal di atas Al Qur’an dan Al Hadits sebagai NEO MU’TAZILAH…begitu beraninya mereka berpendapat bahwa jika terdapat ayat2 al Qur’an yg relevan dg jaman kita pakai dan yg tidak relevan di buang d tong sampah….
Setelah itu muncul ulama yg d kenal dg nama Imam Abu Hasan Al Asy’ari (Imam Asy’ari, beliau adalah murid dari Abu Ali Al Jubay (tokoh kenamaan Mu’tazilah pd saat itu). Imam Asy’ari telah berkhidmah kepada gurunya Abu Ali Al Jubay selama 40 tahun, ia juga sering d perintah oleh gurunya untuk mewakili berdebat….hingga pada suatu ketika ia ragu dan bertanya ttg faham yg d usung MU’TAZILAH kepada gurunya ttg Fi’lus sholah tsummal Aslah bahwa Alloh wajib berbuat baik dan yg lebih baik kepada hambanya….ia bertanya;”bagaimana pendapat anda tentang orang yg d beri umur panjang dan menghabiskan waktunya untuk ketaatan kemudian meninggal?guru menjawab: ia masuk surga. bagaimana pendapat anda ttg orang yg d beri umur panjang d gunakan utk kemaksiatan dan meninggal?guru; ia masuk neraka. bgmn pendapat anda ttg anak kecil mati? guru:ia tidak masuk syurga dan tdk masuk neraka, ia bertempat d antara dua tempat (almanzilah bainal manzilatain).kemudian imam asy’ari berkata sebagai kritik atas paham mu’tazilah yg saat itu masih ia anut;bagaimana mungkin hal ini terjadi, sebab orang yg masuk neraka tentu akan protes kepada Alloh;”Ya Alloh mengapa Engkau tidak adil terhadapku,mengapa Engkau tidak memberiku amal yg baik seperti saudara yg telah engkau beri umur panjang dan amal yg baik hingga masuk surga?atau seperti anak kecil yg mati hingga aku tidak masuk neraka?”sampai d sini Abu Ali Al Jubay diam tdk menjawab.Setelah ini muncullah keraguan dalam diri imam asy’ari ttg paham Mu’tazilah yg sudah sekian lama ia anut, kemudian ia pergi dan keluar dari Mu’tazilah serta terus bertafakkur berusaha mencari kebenaran ttg Alloh SWT. Hingga akhirnya ia memunculkan paham yg hingga sampai sekarang kita kenal dg paham ASYA’IROH yaitu paham yg menawarkan kepada kita ttg aqidah yg harus d ketahui oleh seorang muslim sebagai dasar keimanan dalam rangka mengenal Alloh. seiring dg itu ada ulama lain yg jg sepaham dg beliau yaitu Imam Abu Manshur Al Maturidy. aqidah yg d cetuskan keduanya di kenal dg AQOID KHOMSIN (aqidah 50) yg mencakup 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, 1 sifat jaiz Alloh, 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil, 1 sifat jaiz rosul.
Aqidah 50 itu muncul dari sebuah konsep, metode dan sistem berpikir yg sungguh tidak serta merta dan mudah,…hasil pemikiran ini kemudian d sepakati oleh kebanyakan para ulama pada masa itu sebagai paham AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH yg harus d ikuti dalam bidang USHULUDDIN/AQIDAH.
Selanjutnya para ulama’ sepakat bahwa seiring dg dinamika ilmu dalam Islam khususnya dalam bidang fiqh (furu’) banyak bermunculan imam2 madzhab, maka kebanyakan para ulama pada masa tersebut sepakat bahwa madzhab yg layak diikuti dalam furu’ (fiqh) ada 4, (Hanafi,Maliki,Syafii,Hanbali). Pertimbangan dipilihnya 4 madzhab padahal pada masa tersebut banyak imam madzhab itu berdasar pada “BUKAN KARENA MENGANGGAP REMEH DAN SALAH DARI IMAM SELAIN MADZHAB EMPAT, NAMUN SELEKSI TERSEBUT DI TEKANKAN PADA “BAHWA PERIWAYATAN DARI MADZHAB EMPAT (Hanafi,Maliki,Syafii,Hanbali) INI LEBIH TERJAGA KARENA TERBUKUKANNYA SECARA RAPI,METHODOLOGIS DAN SISTEMATIS HINGGA PADA SAAT ITU,…SEMENTARA PARA PERIWAYAT DARI IMAM MADZHAB SELAIN MADZHAB EMPAT TIDAK JELAS DAN TIDAK TERKODIFIKASI SECARA RAPI,INI SANGAT PENTING KARENA BERKAITAN DENGAN ALUR SISTEM BERPIKIR (MADZHAB) IMAM MADZHAB ITU SENDIRI KARENA MADZHAB TIDAK LAIN BERARTI JALAN BERPIKIR”.
Dalam bidang bidang akhlaq/tashowwuf Ahlussunnah wal jama’ah berpegang kepada pola berpikir yang telah di gariskan oleh Imam Junaidi Al Baghdadi dan Imam Al Ghozali yg telah dapat memisahkan dan mendudukkan antara khurafat,filsafat,bid’ah,syirik dan iman pada porsi masing2.
Kebanyakan para ulama pada saat itu memproklamirkan bahwa Imam2 madzhab d atas sesuai dengan semangat hadits Rosul SAW “BERPEGANGLAH KALIAN DENGAN SUNNAHKU DAN SUNNAH KHULAFAURROYIDIN”,jika demikian mengikuti shohabat (khulafaurosyidin) secara esensi berarti mengikuti Rosululloh SAW.

KHOTIMAH!
SILAHKAN BAGI SIAPA SAJA YG MEMANG MEMILIKI KEMAMPUAN ISTINBATH (MENGGALI HUKUM LANGSUNG DARI AL QUR’AN DAN HADITS), KARENA HAL TERSEBUT TETAP TERBUKA BAGI SIAPA SJ YG MAMPU. TAPI JIKA TIDAK MAMPU JANGAN MEMAKSAKAN DIRI UNTUK MAMPU….SAYA SERING MENJUMPAI ORANG YG MENGAKU MAMPU MENGGALI HUKUM LANGSUNG DARI AL QUR’AN…TP KETIKA SAYA MENDENGAR IA BACA AL QUR’AN MASIH HARUS BANYAK BELAJAR….JANGAN MAIN2 DG AL QUR’AN……………….
SAYA TDK TAHU,…..NU, MUHAMMADIYYAH ATAU YG LAINNYA YG SESUAI………LEPAS DG MELIHAT PERSON PELAKU……TP HANYA MELIHAT POLA/SISTEM BERPIKIR YG D ANUT……………
Sedikit tentang jama’ah Tabligh/Khuruj/Jaulah…….bagi siapa saja yg belum mengenal betul ttg jama’ah tersebut jangan berkomentar,…….pelajari dulu……..d telaah dan pahami……..baru di simpulkan……satu catatan penting dan dapat d jadikan reverensi bahwa DR. SAID ROMDHON AL BUTHI berkata; “………bahwa Jama’ah Tabligh/Khuruj/Jaulah itu termasuk Ahlussunnah Wal Jama’ah…………………”.
TRIMAKASIH SEMOGA MEMBANTU…
WALLOHU A’LAM BIS SHOWAB
WASSALAM

Komentar oleh Rafel

Kalo mau cari amal orang itu benar, lihat aja cara matinya! Senyumkah dia??? mengucap kalimat ?? semuanya dipermudah ?? Wajahnya bersinar ??? Orang NU juga ada. Orang Muhammadiyah juga ada. Orang DDI, JT juga ada. Yg lain juga ada.Malah kalian perlu meneliti bagaimana kalo orang salafy yang meninggal ??????

Komentar oleh Ria

berbicara masalah gerakan diatas yaitu pks,salafi dan yang sejenis diatas,perlu kita ketahui secara pasti tentang bahwasanya,gerakan semacam itu adlah suatu usaha guna memurnikan isi dien islam.Kembali ana mencoba utk memberikan saran yang mendukung tentang komentar yang dilontarkan oleh saudara Abdullah yang cenderung meremehkan usaha mereka.Apakah sepantasnya saudara yang memiliki nama Abdullah yang memiliki arti hamba Allah mengeluarkan statemant yang semacam demikian.Ada baiknya kita mencoba utk menghargai usaha itu.syukron min ma’had fii surabaya….

Komentar oleh WAHYU

Allah menciptakan segala macam bentuk yang berlainan, dan segala bentuk yang berbeda-beda itu mempunyai kecenderungan berkumpul jika mempunyai kesamaan. Jadi kelompok itu adalah suatu fitrah entah apa itu namanya. Suku, bangsa, dsb. Tapi Allah mengingatkan kita dalam QS Al Hujurat 13, Tentang keragaman dan yang paling baik adalah yang paling bertaqwa.

Komentar oleh aqu

Sebetulnya bukan salafi saja yg menginginkan kemurnian Islam, kita semua juga.
Kita menyadari bagaimana proses agama Islam masuk ke Indoneia ini dimana telah ada agama lain yg dianut mereka. Wajar kalau terimbas oleh kebudayaan sebelumnya. Seperti tahlillan dsbnya.
Namun untuk merobahnya kita perlu waktu dan cara yg tepat. Namun Agama tidak pula bisa ditawarkan kepada masyarakat dengan cara mengambil suara yang terbanyak. Mana mana yang Bid’ah jelaskan kepada mereka. Mana mana yg telah mampu dan paham silahkan meninggalkannya, yang belum menyusul kemudian. Tidak dengan cara keras seperti yg dilakukan oleh kelompok tertentu. Sesat, bid’ah, syirik yang sesat masuk neraka. Tentu masyarakat akan goncang dan menimbulkan perpecahan. Yang lebih drastis lagi di atas mimbar jum’at meng’anjing’kan orang…masya allah. Padahal kakek kakek mereka mungkin saja melakukan apa yang mereka bid’ahkan tsb. Satu lagi…menganggap diri paling benar itu juga tidak bagus. Ada yang berilmu agama banyak tetapi sedikit jiwa agamanya. Mereka hanya berprinsip Orang yg berilmu ditinggikan beberapa derajat, mereka lupa bahwa orang yang berilmu juga hisabnya lebih berat. Mengetahui tetapi tidak mengamalkan. Mereka amalkan hanya untuk berdebat, sehingga mereka terksean intelek, hebat. Padahal untuk mereka mereka yg ujub nerekalah tempatnya.
Untuk Dakwah tidak perlu ilmu yg banyak. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sampaikan walaupun satu ayat. Dakwah berhubungan dengan Hidayah. Kita yang berdakwah nanti Allah Subhanahuwata’ala yang akan memberi Hidayah. Kita tidak mengetahui kata kata kita yg mana nanti yg akan menggugah hatinya untuk menerima hidayah Allah. Binatang dan pohonpun berdakwah. Ingat Burung yang dakwah tanpa ngomong kepad Qabil. Bunga pohon yang rontok berputar jauh dari pokoknya, Ini menimbulkan hidayah/ petunjuk bagi Tuan Skorsy (Rusia) untuk membuat Helicopter Skorsy. Padahal Bunga tersebut dengan cara begitu berkembangnya.
Mana yang harus didahulukan, Kebenaran ditekankan Ukhuwah Hancur. Uhkuwah tetap dijaga kebenaran tetap disampaikan. Inilah yang telah dibalik olek kelompok yg mengaku ahlus sunnah waljamaah.

Saya jadi berfikir.., Jangan jangan Salafi yang cari Ilmu, Jemaah Tablig yang menyampaikan kepada Masyarakat. Karena Jemaah Tablig lebih lembut dari Salafi. Mereka Memahami Ikramul Muslimin dan Ikhlas. Atau Salafi belajar dari kelembutan Jemaah Tablig. Atau bisa juga Jemaah Tablig belajar menambah Ilmunya. Itulah Hikmah dari perbedaan ini.

Kalau masalah golongan yang masuk sorga bukan Salafi bukan yang lainnya, tetapi personilnya. Golongannya adalah mereka mereka Yang Tagwa yg berasal dari semua golongan tsb. Yang Takwa di NU, yang takwa di Muhammadiyah, yang takwa di Salafi dsbnya. Afala takkilun……

Komentar oleh nanag lesmana

ya ya ya… that is a true problem solving

Komentar oleh Sukri Kamal

Assalamualaikum warahmatullah…

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan yang disembah selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahawa Nabi Muhammmad saw itu hamba dan pesuruhNya. Selawat berserta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad saw yang memiliki akhlaq terpuji dan menjadi ikutan selamanya. Juga buat orang2 yang beramal soleh dan kesekalian dari kita.

Bismillahir Rahmanir Raheem…

Apabila tersebut sahaja nama Jemaah Tabligh, kebanyakan dari kita akan berubah sifat serta merta. Ada yang marah2, ada yang mencebik bibir dan tidak kurang juga yang mentertawakan. Ada pula di antara kenalan saya yang menggelarkan barisan jemaah ini sebagai ‘tak balik’ disebabkan perbuatan ahli jemaah atau karkun yang sering keluar beriktiqaf di masjid2 yang dipanggil keluar bertabligh.

Jika ditanya mereka mengapa bersikap sebegitu, berbagai2 jawapan atau fakta2 yang dikeluarkan. Antara yang paling popular adalah karkun2 ini sering dikaitkan dengan kejadian mengabaikan anak isteri dan rumahtangga. Jika dinilai sekali lalu, ada juga benarnya. Memang tidak dinafikan terdapat segelintir karkun yang dipanggil ‘jaws’ yang terlalu ghairah untuk keluar bertabligh hingga mengabaikan keperluan keluarga sendiri.

Persoalannya, apakah benar Jemaah Tabligh ini menyuruh orang mengabaikan keluarganya? Benarkah gerakan yang ditubuhkan oleh yang mulia Sheikhul Hadith Maulana Zakariya rah menyuruh ahlinya mentarbiyah orang ramai sedangkan mereka sendiri ketandusan ilmu agama? Apakah adil untuk menilai sesuatu pergerakan hanya dengan melihat sebahagian kecil ahlinya? Dan lebih perit lagi, benarkah sebagaimana dakwaan sesetengah pihak yang kurang berpengetahuan bahawa pergerakan ini sesat?

Setelah menilai fakta2 yang dibentangkan oleh kebanyakan yang saya temui, kesimpulan yang saya perolehi adalah, keluarnya tuduhan2 sebegini disebabkan oleh keadaan orang ramai yang tidak mengenali apa itu Jemaah Tabligh. Sebagaimana pandangan orang2 tua bahawa jika ke hospital pasti akan dibedah dan dipotong sana dan sini, begitulah juga takutnya masyarakat awam terhadap pergerakan ini.

Maka di kesempatan ini, ingin saya memetik sedikit dari Kitab Fadilat Amal dalam bahagian ‘Kemunduran Umat Dan Penyelesaiannya’ di bawah topik ‘Adab-Adab Tabligh’ karangan Maulana Zakariya rah yang diterjemahkan oleh Lujnah Terjemahan Madrasah Miftahul-Uloom, Masjid Jamek Bandar Baru Sri Petaling, Kuala Lumpur dan diterbitkan oleh Era Ilmu Sdn. Bhd. untuk tatapan dan penilaian saudara2 yang mulia sekalian. Kitab Fadhilat Amal ini boleh didapati di kebanyakan kedai buku atau markaz2 karkun di seluruh Malaysia.

Suka untuk saya mengingatkan bahawa saya bukan (atau lebih tepat belum lagi menjadi) ahli kepada pergerakan ini. Apa yang saya lakukan ini adalah atas nama cintakan Allah, Rasulullah dan agama yang dibawa oleh Baginda saw serta mereka yang berusaha untuk menjalankan amanah Allah. Bukan maksud meminta anda menyertai pergerakan ini tetapi sekurang2nya cukup sekadar untuk tidak menghalang kerja2 mereka…
*********

ADAB-ADAB TABLIGH
Kerja ini adalah satu ibadat dan kurniaan yang besar dari Allah swt. Kerja ini menyerupai kerja para nabi as. Setakat mana kepentingan sesuatu kerja itu, maka setakat itulah ia memerlukan adab-adab (peraturan, tertib dan kesopanan). Maksud kerja ini bukanlah untuk mengislahkan orang lain tetapi lebih penting untuk mengislahkan diri sendiri, untuk menunjukkan pengabdian kepada Allah swt dan mentaati perintahNya di samping mendapatkan keredhaanNya. Oleh itu, hendaklah mengambil berat dan memberi perhatian terhadap beberapa perkara berikut,

1. Menanggung sendiri sedaya mungkin segala perbelanjaan, sama ada untuk makan minum, tambang dan lain-lain. Sekiranya berkemampuan maka kita boleh membantu rakan-rakan yang kurang mampu.

2. Hendaklah berasa diri kita bertuah apabila dapat memberi khidmat bantuan serta semangat kepada rakan-rakan dan semua orang yang menjalankan kerja yang mulia ini. Janganlah lupa untuk bersopan menghormati mereka.

3. Berhubunglah dengan semua orang Islam dengan penuh tawaduk dan rendah diri. Bercakap dengan mereka dengan lemah lembut dan dengan cara memujuk. Janganlah memandang mana-mana orang Islam dengan pandangan benci dan menghina. Khususnya, janganlah cuai dalam menghormati dan memuliakan para ulama. Sebagaimana kita wajib memuliakan, membesarkan, beradab serta menghormati al-Quran dan hadith, maka demikian jugalah penting bagi kita memuliakan, membesarkan, beradab dan nenghormati para ulama yang mulia yang telah dikurniakan oleh Allah swt dengan nikmat ilmu agama yang agung itu. Menghina para ulama yang haq bererti menghina agama yang akan membawa kapada kemurkaan dan kemarahan Allah swt.

4. Waktu-waktu lapang hendaklah digunakan untuk membaca buku-buku agama serta untuk duduk di samping orang yang taat lagi soleh supaya dapat mempelajari selok belok agama. Dengan ini dapat mengelakkan diri daripada berbohong, mengumpat, bergaduh atau melakukan kemungkaran berfoya-foya. Hendaklah menjauhkan diri daripada perbualan dan perbuatan yang sia-sia, khasnya semasa keluar bertabligh. Sebaliknya, masa-masa itu hendaklah digunakan untuk berzikir, berfikir, berselawat, beristighfar, belajar dan mengajar.

5. Carilah pendapatan yang halal dengan cara-cara yang diharuskan dan kemudiannya belanjakannya dengan jimat cermat dan tunaikanlah hak-hak ahli keluarga dan sanak saudara mengikut hukum syarak.

6. Jangan sentuh perkara-perkara yang boleh menyebabkan pertengkaran dan masalah-masalah furu’ (cabangan) sebaliknya dakwahlah manusia kepada asas tauhid dan sampaikanlah kepada mereka rukun-rukun Islam.

7. Hiasilah segala perbuatan dan perkataan dengan niat yang ikhlas kerana dengan adanya ikhlas, amal yang sedikit pun akan mendatangkan keberkatan dan kebaikan serta hasil yang baik.

*********
Harapan saya hanya satu. Semoga penerangan ini dapat mengubah pendirian kita semua terhadap gerakan ini. Dan sekiranya di lain waktu, anda bertemu dengan karkun ‘jaws’ yang mengabaikan keluarga mereka kerja2 tabligh, maka bentangkan adab2 ini dan ingatkan mereka tentang pesanan Maulana Zakaria. Tabligh itu sebenarnya menyampaikan. Tabligh itu sebenarnya mengislahkan diri. Semoga kita semua dikurniakan hidayah olehNya…

Sekian buat kali. Segala yang baik datang dari Allah dan yang tidak baik adalah akibat kejahilan saya sendiri.

Wabillahitaufiq walhidayah.
Wassalamualaikum warahmatullah…

-Abu Naqibah-

Komentar oleh IslamicWarrior

Semoga kita semua dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

Inti dari kemaksiatan atau problematika ummat di negeri ini adalah sistem aturan kehidupannya yang saat ini tidak berlandas pada wahyu ilahiyah. Namun bersumber pada “hawahu”.

Wanita malam ketika di tanya “Mba agamanya apa?, ia akan menjawab Islam” ia melakukan perbuatan hina itu karena terdesak masalah ekonomi. Perampokpun demikian….dll.
Pertanyaannya, siapa yang mengatur masalah ekonomi? jawabnya adalah pemerintahan…
sistem ini ternyata tidak bisa mengatur prekonomian atau mensejahterkan rakyat, tapi sebaliknya malah menghancurkan dan menyengsarakan rakyat.

Karena kemaksiatan diprasaranai maka wajar kalau moral rakyatpun hancur…
Dengan sistem yang tidak berlandas pada Wahyu maka adalah sebuah yang idealis kalau kemakmuran, kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa akan tercapai…TIDAK MUNGKIN.

Namun kalau denga sistem yang berlandas pada tauhid maka jangankan tujuan dunia, tujuan akhiratpun pasti akan tercapai.
dan Negeri Islam bukanlah suatu yang idealis, kenapa? Karena pernah dan sering terjadi dan terus berulang….
Namun dengan sistem bukan tauhid belum ada ceritanya kalau suatu negeri itu makmur dunia akhirat….IDEALIS.

Perjuangan harus terus dikobarkan hingga kemusyikan, kekufuran itu hancur di muka bumi.

Komentar oleh Jundi

::Jundi

Maaf sebelumnya, pertanyaan saya sederhana, klo Islam itu benar2 solusi bagi manusia dan alam, knp Islam nggak mampu mempertahaankan kejayaannya hingga saat ini?? malah saling perang sendiri, Fatah Vs Hamas, Sunni Vs Syiah, ibarat nyala cahaya, sudah redup, klo sudah begini apakah layak Islam disebut solusi final-komprehensif bagi manusia dan alam???

Saya cuma bertanya lho, mohon maaf klo sudah menyinggung, tapi ini realitas, semoga jawabannya (entah jawaban anda2 nanti apa) bermanfaat.

Salam Damai :)

Komentar oleh Joyo

maaf tuan,anda tidak akan tahu hakikat isalam klo anda blm masuk islam,lain dari islam kekal di neraka…

Komentar oleh dimas

Assalamualaikum,wr,wb…

Mudah2an saya dapat menaggapi/sedikit menjawab komentar Pak Joyo,dengan pengetahuan saya yang terbatas ini semoga pada nantinya ada yang menanggapi dengan lebih baik,InsyaAllah.
Mengapa Islam tidak mampu mempertahankan kejayaannya,sebenarnya itu semua bermula dari kemerosotan umat islam sendiri dalam menuntut ilmu(terutama ilmu Dinnulislam),dan juga kemerosotan umat ini dalam berda’wah(dalam beramal sholeh). Semua itu sebenarnya telah diramalkan jauh2 hari oleh nabi kita Muhammmad,s.a.w,bahwa suatu saát nanti(maksud: saát sekarang)bahwa umat ini akan sangat banyak sehingga seperti buih2 di lautan,namun dengan mudahnya terombang ambing oleh ombak(maksud:tidak memiliki pendirian yg tetap)dan semuanya itu dikarnakan umat ini menderita penyakit “wahn” yaitu cinta dunia dan takut mati,perlu di ingat, bahwa kejayaan islam pada waktu itu terjadi dari usaha gigih dan kesungguhan nabi kita Muhammad s.a.w.yang dibantu oleh sahabat2nya,dengan keimanan yang teguh serta ilmu yang sempurna mereka korbankan harta, raga, dan jiwa mereka,semata-mata karna Allah dan demi tegaknya Islam sehingga tidak mustahil dengan pertolongan Allah kejayaan itu tercapai,kalau keadaan kita sekarang malah sebaliknya,kita lebih mencintai diri2,harta2,istri2,anak2,status2,lebih dari cinta kita terhadap Allah dan rosulNya,sehingga syaiton dan wali2nya mudah memperdaya kita dengan berbagai trik dan siasatnya(dari:film2,gaya hidup,moderenisasi yg kebablasan,dsb) sehingga kita lemah,akibatnya mudah malas,banyak berhayal, mudah terpecah,ragu2,dan berbagai macam kelemahan2 lainnya yang siap diterkam mentah2 oleh musuh,naúdzubillah..mudah2an kita semua selalu dalam perlindungan Allah,jika memang kita berserah diri kepadaNya,namun semua jawban dan keputusan itu ada di diri kita masing2..Allah S.A.W,berfirman:”Adapun orang2 kafir,sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain.
Jika kamu(hai para muslimin)tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah itu(yaitu:keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin),niscaya akan terjadi kekacauan dimuka bumi dan kerusakan yang besar..AL-ANFAAL73.
Jadi Islam tetap cahaya yang terang dan satu2nya final solusi komprehensif terhadap problem yang terjadi dimasa lalu sampai saat sekarang hingga nanti insyaAllah,cuman sekali lagi, maukah kita bersungguh-sungguh memulai saat ini dari diri2 kita sendiri untuk menimba ilmu,iman,serta beramal sholeh semata-mata karna Allah?dan semoga Allah S.A.W membersihkan dan mensucikan hati kita dari penyakit2..amin yaRobbul ‘alamin,Wassalamualaikum,wr,wb.

Komentar oleh faik

Assalamualaikum,wr,wb..
Afwan, saya mau meralat beberapa kesalan cetak dari beberapa kata yang sangat penting di komentar saya sebelumnya yang menanggapi pertanyaan pak joyo:Di situ seharusnya Allah S.W.T,bukan Allah S.A.W.Afwan atas kesalahan dan kekhilafan saya,mohon ma’lum,wassalamualaikum,wr,wb..

Komentar oleh faik

jangan pusing masalah golongan, yang penting Tuhannya Allah,nabinya Muhhammad SAW,kitabnya Alquran, rukun imannya ada 6, rukun islamnya ada 5 . JUST THAT

Komentar oleh gigan

hanya masalah perbedaan metode yang digunakan i think. asalkan tujuannya tetep satu, Allah SWT, InsyaAllah bisa bersatu.

Komentar oleh dhimas Lazuardi Noer

insyaAllah, memang Allah SWT,akan mempersatukan hati orang2 mu’min,yang jadi masalah sekarang ini banyak orang2 yang ngakunya Isalam tapi sebenarnya hatinya amat benci dengan Islam,yang dibilang kuno lah,yang dibilang tidak sesuai dengan jaman sekarang lah,yang tidak sesuai dengan nilai2 nasionalisme lah,macam2…kan Islam itu agama dari langit,dari AllahSWT maksudnya,jadi nggak ada unsur etnis di belakangnya,Pasti Allah tau yang terbaik,mengapa Dia pilih Muhammad saw,yang kebetulan orang Arab..
“Alif,laam,raa.Ini adalah ayat-ayat kitab(Al-Qurán)yang nyata(dari ALLAH).
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qurán dengan berbahasa Arab,agar kamu memahaminya”…..
SURAH YUSUF1-2.

cuman masalahnya hanya sedikit dari kami bangsa Indonesia yang mau memahaminya,sayang sekali…

Komentar oleh fbmbt

wah… seng komen akeh… dan panjang – panjang

Komentar oleh udienz

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hizbut Tahrir� berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan� kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat,� Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia,� dan Australia.

Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada� tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan.

Maka sudah tiba saatnya bagi seluruh pemuda-pemudi Indonesia, bergabung bersama Hizbut Tahrir untuk berjuang bagi kesatuan dan persatuan kaum Muslimin di bawah bendera Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, termasuk Anda.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan kegiatannya, dan Islam adalah ideologinya. Hizbut Tahrir bergerak di tengah-tengah umat, dan bersama-sama mereka berjuang untuk menjadikan Islam sebagai permasalahan utamanya, serta membimbing mereka untuk mendirikan kembali sistem Khilafah dan menegakkan hukum yang diturunkan Allah dalam realitas kehidupan. Hizbut Tahrir merupakan organisasi politik, bukan organisasi kerohanian (seperti tarekat), bukan lembaga ilmiah (seperti lembaga studi agama atau badan penelitian), bukan lembaga pendidikan (akademis), dan bukan pula lembaga sosial (yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan). Ide-ide Islam menjadi jiwa, inti, dan sekaligus rahasia kelangsungan kelompoknya.

Latar Belakang Berdirinya Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir didirikan dalam rangka memenuhi seruan Allah Swt :
“(Dan) hendaklah ada di antara kalian segolongan umat (jamaah) yang menyeru kepada kebaikan (mengajak memilih kebaikan, yaitu memeluk Islam), memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104) Hizbut Tahrir bermaksud membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang amat parah, membebaskan umat dari ide-ide, sistem perundang-undangan, dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara kafir. Hizbut Tahrir bermaksud juga membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi, sehingga hukum yang diturunkan Allah Swt dapat diberlakukan kembali.

Tujuan Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir bertujuan melanjutkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Tujuan ini berarti mengajak kaum muslimin kembali hidup secara Islami dalam Darul Islam dan masyarakat Islam. Di mana seluruh kegiatan kehidupannya diatur sesuai dengan hukum-hukum syara’. Pandangan hidup yang akan menjadi pedoman adalah halal dan haram, di bawah naungan Daulah Islamiyah, yaitu Daulah Khilafah, yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang diangkat dan dibai’at oleh kaum muslimin untuk didengar dan ditaati agar menjalankan pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad. Di samping itu Hizbut Tahrir bertujuan membangkitkan kembali umat Islam dengan kebangkitan yang benar, melalui pola pikir yang cemerlang. Hizbut Tahrir berusaha untuk mengembalikan posisi umat ke masa kejayaan dan keemasannya seperti dulu, di mana umat akan mengambil alih kendali negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia ini. Dan negara Khilafah akan kembali menjadi negara nomor satu di dunia—sebagaimana yang terjadi pada masa silam—yakni memimpin dunia sesuai dengan hukum-hukum Islam.Hizbut Tahrir bertujuan pula untuk menyampaikan hidayah (petunjuk syari’at) bagi umat manusia, memimpin umat Islam untuk menentang kekufuran beserta segala ide dan peraturan kufur, sehingga Islam dapat menyelimuti bumi.

Kegiatan Hizbut Tahrir

Kegiatan Hizbut Tahrir adalah mengemban dakwah Islam untuk mengubah kondisi masyarakat yang rusak menjadi masyarakat Islam. Hal ini dilakukan dengan mengubah ide-ide rusak yang ada menjadi ide-ide Islam, sehingga ide-ide ini menjadi opini umum di tengah masyarakat serta menjadi persepsi bagi mereka. Selanjutnya persepsi ini akan mendorong mereka untuk merealisasikan dan menerapkannya sesuai dengan tuntutan Islam.

Juga dengan mengubah perasaan yang dimiliki anggota masyarakat menjadi perasaan Islam—yakni ridla terhadap apa yang diridlai Allah, marah dan benci terhadap apa yang dimurkai dan dibenci oleh Allah—serta mengubah hubungan/interaksi yang ada dalam masyarakat menjadi hubungan/interaksi yang Islami, yang berjalan sesuai dengan hukum-hukum dan pemecahan-pemecahan Islam.

Hizbut Tahrir telah muncul dan berkembang, kemudian menyebarluaskan aktivfitas dakwahnya di negeri-negeri Arab, maupun sebagian besar negeri-negeri Islam lainnya.

Seluruh kegiatan yang dilakukan Hizbut Tahrir bersifat politik. Maksudnya adalah bahwa Hizbut Tahrir memperhatikan urusan-urusan masyarakat sesuai dengan hukum-hukum serta pemecahannya secara syar’i. Karena yang dimaksud politik adalah mengurus dan memelihara urusan-urusan masyarakat sesuai dengan hukum-hukum Islam dan pemecahan-pemecahannya.

Kegiatan-kegiatan yang bersifat politik ini tampak jelas dalam aktifitasnya dalam mendidik dan membina umat dengan tsaqafah Islam, meleburnya dengan Islam, membebaskannya dari aqidah-aqidah yang rusak, pemikiran-pemikiran yang salah, serta persepsi-persepsi yang keliru, sekaligus membebaskannya dari pengaruh ide-ide dan pandangan-pandangan kufur.

Kegiatan politik ini tampak juga dalam aspek pertarungan pemikiran (ash shiro’ul fikri) dan dalam perjuangan politiknya (al kifahus siyasi). Pertarungan pemikiran terlihat dalam penentangannya terhadap ide-ide dan aturan-aturan kufur. Hal itu tampak pula dalam penentangannya terhadap ide-ide yang salah, aqidah-aqidah yang rusak, atau persepsi-persepsi yang keliru, dengan cara menjelaskan kerusakannya, menampakkan kekeliruannya, dan menjelaskan ketentuan hukum Islam dalam masalah tersebut.

Adapun perjuangan politiknya, terlihat dari penentangannya terhadap kaum kafir imperialis untuk memerdekakan umat dari belenggu dominasinya, membebaskan umat dari cengkeraman pengaruhnya, serta mencabut akar-akarnya yang berupa pemikiran, kebudayaan, politik, ekonomi, maupun militer dari seluruh negeri-negeri Islam.

Perjuangan politik ini juga tampak jelas dalam kegiatannya menentang para penguasa, mengungkap pengkhianatan dan persekongkolan mereka terhadap umat, melancarkan kritik, kontrol, dan koreksi terhadap mereka serta berusaha menggantinya tatkala mereka mengabaikan hak-hak umat, tidak menjalankan kewajibannya terhadap umat, melalaikan salah satu urusan umat, atau menyalahi hukum-hukum Islam.

Seluruh kegiatan politik itu dilakukan tanpa menggunakan cara-cara kekerasan (fisik/senjata) (laa madiyah) sesuai dengan jejak dakwah yang dicontohkan Rasulullah saw.

Jadi kegiatan Hizbut Tahrir secara keseluruhan adalah kegiatan yang bersifat politik, baik sebelum maupun sesudah proses penerimaan pemerintahan (melalui umat).

Kegiatan Hizbut Tahrir bukan di bidang pendidikan, karena ia bukanlah madrasah (sekolah). Begitu pula seruannya tidak hanya bersifat nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk. Kegiatan Hizbut Tahrir bersifat politik, (yaitu) dengan cara mengemukakan ide-ide (konsep-konsep) Islam beserta hukum-hukumnya untuk dilaksanakan, diemban, dan diwujudkan dalam kenyataan hidup dan pemerintahan.

Hizbut Tahrir mengemban dakwah Islam agar Islam dapat diterapkan dalam kehidupan dan agar Aqidah Islamiyah menjadi dasar negara, dasar konstitusi dan undang-undang. Karena Aqidah Islamiyah adalah aqidah aqliyah (aqidah yang menjadi dasar pemikiran) dan aqidah siyasiyah (aqidah yang menjadi dasar politik) yang melahirkan aturan untuk memecahkan problematika manusia secara keseluruhan, baik di bidang politik, ekonomi, budaya, sosial, dan lain-lain.

Metode Dakwah Hizbut Tahrir

Metode yang ditempuh Hizbut Tahrir dalam mengemban dakwah adalah hukum-hukum syara’, yang diambil dari thariqah (metode) dakwah Rasulullah saw, sebab thariqah itu wajib diikuti. Sebagaimana firman Allah Swt:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan Hari Kiamat, dan dia banyak menyebut Allah (dengan membaca dzikir dan mengingat Allah).” (QS. Al Ahzab : 21)

“Katakanlah: ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS. Ali Imran : 31)

“Apa saja yang dibawa Rasul untuk kalian, maka ambilah. Dan apa saja yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.” (QS. Al Hasyr : 7)�

Dan banyak lagi ayat lain yang menunjukkan wajibnya mengikuti perjalanan dakwah Rasulullah saw, menjadikan beliau suri teladan, dan mengambil ketentuan hukum dari beliau.

Berhubung kaum muslimin saat ini hidup di Darul Kufur—karena diterapkan atas mereka hukum-hukum kufur yang tidak diturunkan Allah Swt— maka keadaan negeri mereka serupa dengan Makkah ketika Rasulullah saw diutus (menyampaikan risalah Islam). Untuk itu fase Makkah wajib dijadikan sebagai tempat berpijak dalam mengemban dakwah dan meneladani Rasulullah saw.

Dengan mendalami sirah Rasulullah saw di Makkah hingga beliau berhasil mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah, akan tampak jelas beliau menjalani dakwahnya dengan beberapa tahapan yang sangat jelas ciri-cirinya. Beliau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang tampak dengan nyata tujuan-tujuannya. Dari sirah Rasulullah saw inilah Hizbut Tahrir mengambil metode dakwah dan tahapan-tahapannya, beserta kegiatan-kegiatan yang harus dilakukannya pada seluruh tahapan ini, karena Hizbut Tahrir mensuriteladani kegiatan-kegiatan yang dilakukan Rasululah saw dalam seluruh tahapan perjalanan dakwahnya.

Berdasarkan sirah Rasulullah saw tersebut, Hizbut Tahrir menetapkan metode perjalanan dakwahnya dalam 3 (tiga) tahapan berikut :

Pertama, Tahapan Pembinaan dan Pengkaderan (Marhalah At Tatsqif), yang dilaksanakan untuk membentuk kader-kader yang mempercayai pemikiran dan metode Hizbut Tahrir, dalam rangka pembentukan kerangka tubuh partai.

Kedua, Tahapan Berinteraksi dengan Umat (Marhalah Tafa’ul Ma’a Al Ummah), yang dilaksanakan agar umat turut memikul kewajiban dakwah Islam, hingga umat menjadikan Islam sebagai permasalahan utamanya, agar umat berjuang untuk mewujudkannya dalam realitas kehidupan.

Ketiga, Tahapan Penerimaan Kekuasaan (Marhalah Istilaam Al Hukm), yang dilaksanakan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.

Landasan Pemikiran Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir telah melakukan pengkajian, penelitian dan studi terhadap kondisi umat, termasuk kemerosotan yang dideritanya. Kemudian membandingkannya dengan kondisi yang ada pada masa Rasulullah saw, masa Khulafa ar-Rasyidin, dan masa generasi Tabi’in. Selain itu juga merujuk kembali sirah Rasulullah saw, dan tata cara mengemban dakwah yang beliau lakukan sejak permulaan dakwahnya, hingga beliau berhasil mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah. Dipelajari juga perjalanan hidup beliau di Madinah. Tentu saja, dengan tetap merujuk kepada Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya, serta apa yang ditunjukkan oleh dua sumber tadi, yaitu Ijma Shahabat dan Qiyas. Selain juga tetap berpedoman pada ungkapan-ungkapan maupun pendapat-pendapat para Shahabat, Tabi’in, Imam-imam dari kalangan Mujtahidin.

Setelah melakukan kajian secara menyeluruh itu, maka Hizbut Tahrir telah memilih dan menetapkan ide-ide, pendapat-pendapat dan hukum-hukum yang berkaitan dengan fikrah dan thariqah. Semua ide, pendapat dan hukum yang dipilih dan ditetapkan Hizbut Tahrir hanya berasal dari Islam. Tidak ada satupun yang bukan dari Islam. Bahkan tidak dipengaruhi oleh sesuatu yang tidak bersumber dari Islam.

Hizbut Tahrir telah memilih dan menetapkan ide-ide, pendapat-pendapat dan hukum-hukum tersebut sesuai dengan perkara-perkara yang diperlukan dalam perjuangannya—yaitu untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam serta mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia—dengan mendirikan Daulah Khilafah, dan mengangkat seorang Khalifah. Ide-ide, pendapat-pendapat dan hukum-hukum tersebut telah dihimpun dalam berbagai buku, booklet maupun selebaran., yang diterbitkan dan disebarluaskan kepada umat. Buku-buku itu, antara lain:

1.� Nizhamul Islam (Peraturan Hidup dalam Islam)
2.� Nizhamul Hukmi fil Islam (Sistem Pemerintahan dalam Islam)
3.� Nizhamul Iqtishadi fil Islam (Sistem Ekonomi dalam Islam)
4.� Nizhamul Ijtima’iy fil islam (Sistem Pergaulan dalam islam)
5.� At-Takattul al-Hizbiy (Pembentukan Partai Politik)
6.� Mafahim Hizbut Tahrir (Pokok-pokok Pikiran Hizbut Tahrir)
7.� Daulatul Islamiyah (Negara Islam)
8.� Al-Khilafah (Sistem Khilafah)
9.� Syakhshiyah Islamiyah – 3 jilid (Membentuk Kepribadian Islam)
10. Mafahim Siyasiyah li Hizbit Tahrir (Pokok-pokok Pikiran Politik Hizbut Tahrir)
11. Nadharat Siyasiyah li Hizbit Tahrir (beberapa Pandangan Politik Hizbut Tahrir)
12. Kaifa Hudimatil Khilafah (Persekongkolan Meruntuhkan Khilafah)
13. Siyasatu al-Iqtishadiyah al-Mutsla (Politik Ekonomi yang Agung)
14. Al-Amwal fi Daulatil Khilafah (Sistem Keuangan Negara Khilafah)
15. Nizhamul ‘Uqubat fil Islam (Sistem Sanksi Peradilan dalam Islam)
16. Ahkamul Bayyinat (Hukum-hukum Pembuktian)
17. Muqaddimatu ad-Dustur (Pengantar Undang-undang Dasar Negara Islam)

Dan banyak lagi buku-buku, booklet, maupun selebaran yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir, baik yang menyangkut ide maupun politik.

Keanggotaan Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir menerima keanggotaan setiap orang Islam, baik laki-laki maupun wanita, tanpa memperhatikan lagi apakah mereka keturunan Arab atau bukan, berkulit putih ataupun hitam. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai untuk seluruh kaum muslimin dan menyeru mereka untuk mengemban dakwah Islam serta mengambil dan menetapkan seluruh aturan-aturan Islam, tanpa memandang lagi kebangsaan, warna kulit, maupun madzhab mereka. Hizbut Tahrir melihat semuanya dari pandangan Islam.

Cara mengikat individu-individu ke dalam Hizbut Tahrir adalah dengan memeluk Aqidah Islamiyah, matang dalam Tsaqafah Hizbut Tahrir, serta mengambil dan menetapkan ide-ide dan pendapat-pendapat Hizbut Tahrir. Dia sendirilah yang mengharuskan dirinya menjadi anggota Hizbut Tahrir, setelah sebelumnya ia melibatkan dirinya dengan (pembinaan dan aktivitas dakwah) Hizbut Tahrir; ketika dakwah telah berinteraksi dengannya dan ketika dia telah mengambil dan menetapkan ide-ide serta persepsi-persepsi Hizbut Tahrir. Jadi ikatan yang dapat mengikat anggota Hizbut Tahrir adalah Aqidah Islamiyah dan Tsaqafah Hizbut Tahrir yang terlahir dari aqidah ini. Halaqah-halaqah (pembinaan) wanita dalam Hizbut Tahrir terpisah dengan halaqah laki-laki. Yang memimpin halaqah-halaqah wanita adalah para suami, mahramnya, atau para wani

Komentar oleh muhamad ad-dhury

menurut saya seorang pendakwah harus mengenal sifat dia bagai mana sih,seoarang pendakwah itu di mata masyarakat.karena bila seorang pendakwah melakukan kesalahan sekecil apa pun itu akan banyak pengaruhnya bagi masyarakat.

Komentar oleh romed

Memang yang menjadi masalah, ada satu golongan yang suka mensesatkan golongan lain, jika anda tahu yang dianggap sesat bukan hanya tabligh tapi dibawah ini Listnya :
-PKS (Ikhwanul Muslimin)
-HT ( Hiztbut Tahrir)
- Semua orang Islam yang menganut 4 mahzab ( Syafii, hambali, hanafi & maliki)
-NU, Muhamadiyah
-dll

Siapa Dalangnya, ialah yang mengaku SALAFI /As-Sunnah ( Salah Fikir ) kata banyak orang, Mereka seperti ingin mendirikan mahzab ke-5 diluar 4 mahzab yang sudah ada, SELAIN mereka dikatakan SEMUANYA SESAT….!!!!!

Siapa yang sesat kalau begitu………………????????????

Komentar oleh ABU JIHAD

Aduh Bo Capek Dyeehh….hhh…mending ini aja deh:
Fren…elo2 udh pada tau belum klo skrg lg banyak tuh bukaan lowongan CPNS! ada lowongan dari Depnaker (tp yg ini dah tutup si..hehe), Depdagri, Dephan, Dephut, LIPI, BPOM, Depdag, Deplu, dll.
Nah…bagi elo2 yang berminat berkompetisi di ajang nan bergengsi ini cepetan buka web masing2 departemen2 itu…tunggu apa lagi?
Btw busway, dah pada tau belum ya kalo mulai 2009 rencananya nggak akan ada lagi rekruitmen CPNS umum kayak sekarang..nah lo! mangkanye mumpung skrg lg gencar2nya bukaan CPNS…ayo gih, kita rame2 ikutan..hehe..kan asik drpd debat2an kyk diatas…bikin pusyiingg…:-p. Ok frens…kita tunggu partisipasi kamu2 semua….see youuuu…!!!

Komentar oleh sinichi edogawa

Subhanalloh….bnyk sekali input,semoga meski ada perbedaan tdk menyebabkab satu sama lainnya salih menyalahkan atau merasa golongannya yg paling benar,INGAT LOH… MASUK SURGA ITU ENAK NYA RAME-RAME.Ok Frend.

Komentar oleh wahyu

dengan sedikit ilmu yang telah Allah berikan kepada saya, ingin kiranya dengan izin Allah saya mengomentari disini sepatah kata yang kiranya menjadikan mamfaat kepada saya sendiri dan juga kita semua.
tentang beberapa aliran yang kini banyak muncul di indonesia saya turut prihatin karena makin banyaknya pendapat yang diyakini oleh sesuatu kaum atau negeri maka akan sangat menyulitkan kaum tersebut untuk dapat bersatu, jika pendapat itu di lahirkan oleh orang orang yang punya kepentingan, walaupun kepentingan itu tiada lahir secara nyata.
semua kita akan mengatakan bahwa kitalah yang lebih benar sedangkan orang lain semua jauh dari kebenaran sehingga kita akan memaksakan kehendak dan aliran kita diterima ditengah tengah masyarakat, namun kita harus sadar bahwa makin banyak paham yang beredar maka persatuan dikalangan ummat Islam akan terancam.
jika kita ingin bersatu maka tidaklah sulit, ikuti langkah langkah berikut ini :
1. berpegang teguh kepada Alquran
dengan pengertian bahwa tidak dengan serta merta mengkaji semua hukum dengan melihat terjemahan Al quran dan langsung memutuskan suatu hukum, ini akan dapat menyesatkan kita karena kita bukan orang yang ahli dalam berbagai Ilmu Agama.
2. berpedoman kepada Hadist Nabi Muhammad SAW, dengan tidak menjadikan Hadist sebagai sebuah komik yang dapat di terjemahkan oleh siapapun walau yang tidak memiliki ilmu pengetahuan tentang nahu dll.
3. Berpedoman kepada Ijma ulama : karena Ulama merupakan waris dari pada Nabi, karena tanpa berpedoman kepada Ulama maka terjemahan hukum yang kita kaji dengan logika kita akan menyimpang karena kepala kita mempunyai keterbatasan dan kita bukan orang yang alim dalam ilmu nahu,saraf dll.
jika kita tidak percaya dan patuh dengan ilmu ulama maka bagaimana kita tahu tentang hadist dan ayat Alquran dan Isinya, bagaimana kita akan mengerti tentang itu ?
Ulama telah mengeluarkan fatwa mereka berdasarkan Alquran dan Hadist yang telah termaktub dalam kitab kitab klasik /kuning seperti Ianatuth thalibin kenapa kita alergi kepadanya, itu kan Ilmu ulama yang diambil dari Al quran dan Hadist,
kenapa kita justru memusuhinya ?
kenapa kita takut kepada Ahlil mazhab ?
kenapa kita tidak berpedoman kepada kitab kitab ulama masa lalu yang shaleh dan terpelihara serta zuhud ?
kenapa kita mengambil ilmu yang dikarang oleh orang orang yang kepalanya masih mereng ?
4. berpedoman kepada Qiyas , tentang hukum yang belum ada
kalau ini semua kita jalani kan persatuan kita akan terbina, coba semua pasantren tradisional pendapatnya cendrung seragam dan mereka dari sabang sampai meuroke kan bersatu, kenapa kita tidak tiru mereka sih ?

Komentar oleh muslim

ass. wr. wb.

saya sebenernya prihatin dengan kondisi di atas. memang, manusiawi, jika kita punya ego. erlebih terhadap masalah akidah, keyakinan atau prinsip.
jadi banyak orang yang menagnggap dirinya dan kelompoknya paling benar.

tenang dakwah,
Rosululloh SAW dan para anbiya AS sudah mencontohkan cara2 berdakwah yang benar. sekarang ini tidak akan ada nabi lagi, sehingga tugas dakwah dibebankan pada kita sebagai umat akhir zaman. dan ini adalah merupakan kemuliaan yang Alloh SWT berikan kepada umat akhir zaman.

Setiap urusan pasti ada contohnya, dan teladan kita adalah Rosululloh SAW. sebagai contoh, Rosululloh SAW, mencontohkan bagaimana kita harus masuk WC da keluar WC, menggunting kuku, memakai baju, dan hal lainnya, yang mungkin menurut kita sepele. tapi, hal itu memang dicontohkan oleh Rosululloh SAW. karena beliau pun manusia biasa dan melakukan itu. jika kita menggunting kuku kita ikut cara Rosululloh SAW kita dapet pahala, padahal it just gunting kuku gitu lho…

Apalagi, untuk sunnah2 yang lainnya, seperti sunnah dalam sholat fardu, berjamaah di mesjid dan awal waktu. (gak ada kan hadist yang menyatakan Rosululloh pernah sholat fardu di rumah ?). Begitu pun dengan kehidupan kita yang lainnya, jika ikut cara Rosululloh, pahalanya banyak sekali.

dakwah juga dicontohkan oleh Rosululloh. bagaimana beliau berdakwah ?
apakah dengan menyalah2kan orang, berpolotik ?, atau lemah lembut ?. ada contohnya.

secara umum, sunnah rosul itu terbagi 3, yaitu :
1. suroh, yang terlihat, spt : pakaian, penampilan
2. siroh, perjalanan hidupnya, berdakwah di mekah dan dimadinah, mengetuk pintu dan menelusuri lorong2, dll
3. sariroh, kerisauan thd umat. bagaimana setiap manusia ini selamat dari azab Alloh SWT dan masuk surganya Alloh SWT.

so, sudahkah kita seperti itu ?
minimal mirip, atau ikut2an cara beliau SAW.
jadi bagi temen2 yang iku salah satu golongan di atas, coba deh analisa, cara dakwah dan muatan2 dakwahnya, sesuai ga dengan yang rosul contohkan.

oke. semoga bermanfaat. amin
dan kita bisa memperoleh Ridho Alloh SWT.

Komentar oleh arrayyan

Hebat-hebat, tambah ilmu nih

Komentar oleh Abu Syahla Al-Parigy

umat islam memang agak aneh, kalo ada yang mau membangkitkan umat malah dianggap keliru, kalo saya sih kalo yang dianjurkan untuk keberkahan dan kemaslahatan mengapa harus diperdebatkan, jamaah tabligh kan hanya mengajak orang untuk mengisi mesjid nah setelah mesjidnya berisi umat kan tinggal bagaimana ulamanya saja mengarahkan apakah mereka mau diajak salafi, atau suni atau siah atau mazhab lainnya, tapi kalo mesjidnya saja kosong mau gimana dan dimana tanggung jawab kita sebagai muslim ? yang menawarkan akidah lewat makanan atau barang serta jabatan agar mau beralih dari islam malah luput dari perhatian kita, kita terlalu membanggakan diri tentang pengakuan bahwa yang bukan kelompok kita bukan ahlul sunnah wal jamaah, padahal yang mana sih yang disebut ahlul sunnah wal jamaah itu kan masih abu-abu, menurut mazhab hambali,syafii,hanafi semuanya mengaku ahlul sunnah wal jamaah, padahal ada perbedaan dalam menjalankan syariat islamnya. yang penting bagaimana agar sekarang ini kita dapat beribadah serta menyikapi segala sesuatu secara iklas.

Komentar oleh rudi

salamualaikum…menurut saya…

yang penting mana da’wah yang aplikasinya di lapangan (di masyarakat)bisa buat masjid rame dg sholat berjamaah dan menjalankan sunnah…sapa aja deh..insyaallah negeri kita aman sentosa, gk perlu buat negara islam segala, cukup islam yang membekas di hati tiap individu ..yaqin banget…gitu aja repot!

wassalamualaikum.

Komentar oleh eng

Assalamualaikum,wrb.
tidaklah mungkin islam itu akan membekas di hati tiap individu jika instansi yang lebih besar dan lebih berkuasa tidak tercapai seperti negara yang berazazkan islam.
Allah SWT bersabda:
“Hai orang2 yang beriman,MASUKLAH KAMU KEDALAM ISLAM SECARA KESELURUHANNYA,dan jangan kamu turut LANGKAH2 SYAITAN.Sesungguhnya syaitan itu MUSUH YANG NYATA BAGIMU.”(Al-Baqarah 208)
jadi negara islam(daulah islamiyah) itu juga faktor yang sangat amat penting dalam mewujudkan cita2 islam yang sangat mulia ini,dimana hanya islam saja lah yang dapat memberikan solusi2 yang sangat di butuhkan dalam menghadapi keruwetan2 dunia khususnya keruwetan yang di hadapi negara kita saat ini,hanya islam yang dapat menghakimi koruptor hingga mereka jera(tapi bagaimana mungkin jika hukum yang dipakai bukan hukum islam),hanya islam yang paling keras dalam memerangi NARKOBA(tapi bagaimana itu bisa optimal jika hukumnya bukan hukum islam)hanya islam yang masih bertahan dengan hukum qishas,dimana pembunuh akan di balas dengan bunuh atau dimaafkan oleh keluarga korban,sementara kasus pembunuhan di negara kita semakin hari semakin meraja lela,sepertinya nyawa tiada harga lagi(semua itu akan teratasi jika hukum islam dipakai)prostitusi/pelacuran yang sudah jelas2 di tentang oleh islam,dimana pelacuran itu memberikan madhorot yang luar biasa,seperti penyakit2 kelamin,termasuk aids hingga rusaknya keturunan dan rusaknya moral manusia,dalam waktu yang sama kita merelakan saudari2 kita,ibu2 kita,atau istri2 kita menjualdiri/dibeli oleh lelaki2 hidung belang,kita merelakan mereka berselingkuh karna tidak takutlagi dengan ALLAH…(semua itu akan teratasi jika hukum islam di jalankan)dan masih banyak lagi masalah2 yang hanya dapat di atasi oleh Islam,mengapa??? karna yang membuat hukum Islam itu ALLAH AZZA Wa jalla,bukan Muhammad saw,bukan orang arab,tapi ALLAH,sekali lagi ALLAH SWT,Dzat yang Maha Agung,TUHAN YANG MENCIPTAKAN DAN MENGUASAI ALAM SEMESTA,dan DIA MAU DAN MEWAJIBKAN HUKUMNYA DI TEGAKKAN DI MUKA BUMI CIPTAANNYA KARNA DIA MEMANG MAHA MENGETAHUI,sebaliknya kita manusia yang penuh keterbatasan…,terus ada segolongan manusia yang mengaku lebih pandai dari Allah,seperti amerika/eropa atau mana saja yang memang dengan sengaja menolak hukum2nya ALLAH,itu tanggung jawab kita sebagai umat islam yang percaya kepada ALLAH semata,tetap berjuang demi tercapainya cita2 ISLAM yang mulia,memang berat,tapi percayalah setiap amal yang lilla hi ta’ala itu tidak sia2,walau hanya menyinkirkan duri di jalan2…jadi kita sebagai muslim harus memiliki keyakinan bahwa daulah islamiah itu sangat di butuhkan bahkan wajib! wallahu a’lam.wassalamualaikum,wrb..

Komentar oleh abdullah

Bangsa ini rusak karena banyak yang munafik. Tak satupun golongan yang tidak tercemar oleh orang munafik. Bukankah orang munafik itu yang tidak salat subuh dan isya berjemaah ? Tahukah cara membebaskan manusia dari sifat munafik ? Golongan yang selamat itu hanya golongan yang tidak berisi orang orang munafik. Lihat tulisan sdr Lesmana di situs my quran alamat : http://myquran.org/forum/index.php/topic,110.msg881116.html. Kalau anda ingin mengcopinya dan mensave lihat nanti di folder yang terbentuk ada file snap_preview_anywhere.htm, nah file tsb sebaiknya dihapus apabila anda ingin membuka file tsb.

Jadilah orang yang tidak munafik ! Oke ?
Mau di golongan mana silahkan, tapi jangan munafik.

Komentar oleh R1428H

Allah SWT berfirman dalam Quran al Karim:Al-Munaafiquun:
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu,mereka berkata: “Kami mengakui,bahwa sesungguhnya kamu benar2 rosul Allah.”
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar2 rosul-Nya;dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang2 munafik itu benar2 orang PENDUSTA.

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai,lalu mereka menghalangi (manusia)dari jalan Allah.Sesungguhnya AMAT BURUKLAH apa yang telah mereka kerjakan.

Yang demikian itu adalah karna bahwa sesungguhnya mereka telah beriman,kemudian menjadi kafir (lagi)
lalu hati mereka dikunci mati;karena itu mereka tidak dapat mengerti.

Dan apabila kamu melihat mereka,TUBUH2 MEREKA MENJADIKAN KAMU KAGUM.Dan jika mereka berkata,kamu mendengarkan perkataan mereka.Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar.Mereka mengira bahwa tiap2 teriakan yang keras ditujukan kepada mereka.Mereka itulah musuh(yang sebenarnya)maka waspadalah terhadap mereka;SEMOGA ALLAH MEMBINASAKAN MEREKA.Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan(dari kebenaran)?

AL-MUNAAFIQUUN 1-4.

Allah pencipta manusia,dan Allah mengetahui karakteristik hamba2NYA….

Komentar oleh abdullah

“ADAPUN ORANG2 YANG KAFIR,SEBAGIAN MEREKA MENJADI PELINDUNG BAGI SEBAGIAN YANG LAIN.JIKA KAMU(HAI PARA MUSLIMIN)TIDAK MELAKSANAKAN APA YANG TELAH DIPERINTAHKAN ALLAH ITU(yaitu:keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin),NISCAYA AKAN TERJADI KEKACAUAN DI MUKA BUMI DAN KERUSAKAN YANG BESAR.

AL-ANFAAL.73.

Kalau kita terpecah belah mereka pasti senang(mereka:iblis,syaiton,orang2 kafir,orang2 munafik).
Tapi jika kita bersatu,Allah Azza WaJal,Para Malaikat,Para Rosul dan Para Nabi,juga Para Syuhada pasti senang.
Sekarang tinggal yang mana yang mau kita senangkan??????

Komentar oleh abdullah

Assalaamu’alaykum
Subhanallooh, dari begitu banyaknya komentar,
semakin jelaslah bahwa betapa mulianya
Islam, betapa mulianya Rasululloh SAW.
karena sebagian besar pemikiran-pemikiran di atas
tidak lain karena cinta Alloh SWT, Islam dan tentu saja, Rasululloh SAW.
>>>
Siapa bilang Islam tidak bisa bersatu ??
ini di forum ini sudah cukup bersatu,
masing-masing menyampaikan kecintaan nya pada Islam,
dan masing-masing sibuk berfikir secara Islam.
bukankah itu persatuan??
>>
Untuk ke depan, mudah-mudahan kita semua yang selalu agar tetap selalu istiqomah, dan
selalu berusaha untuk menegakkan Islam secara
KAAFAAH.. baik dalam kehidupan pribadi, maupun
kehidupan bermasyarakat.
>>
Kalau untuk kehidupan pribadi, tentunya diri sendirilah yang menjaga kualitas kebenarannya.
Namun untuk kehidupan Masyarakat umum/Umat, tentunya Daulah/Negara lah yang harus memeliharanya.
karena, untuk kasus hukum publik, syariat islam tidak dapat dilaksanakan secara perorangan.
>>
Pelaksanaan Syariat Islam dalam setiap aspek (pribadi/umum) adalah Wajib, sehingga hal yang
mendukungnya pun menjadi Wajib, termasuk Daulah/Negara. Karena tanpa ada daulah, mustahil Hukum Islam dapat tegak 100%.
>>
Daulah/Negara yang diterapkan Hukum Islam secara kaffah adalah Khilafah, karena keberadaannya sangat
menentukan bagi berlangsungnya Hukum Islam, maka Khilafah WAJIB ada dalam kehidupan Islam.
>>
Bagaikan Ikan, tanpa Air maka mati secara perlahan.Kita semua butuh Khilafah, yang akan
memberikan kehidupan Islam yang total, dalam setiap aspek, dari mulai politik, ekonomi, budaya, pokoknya, semua deh..
..
Wassalaam

Komentar oleh abu razul

Bismillah,Alhamdulillah.Sipapun yang komentar di atas.Tolong Agama Islam Diamalkan.
Harian:Sholat Berjamaah Di Masjid,Baca Qur`an minimal 1 juz,Dzikir pagi petang,Tahajjud,Ta`lim,
Mingguan:Ada malam sabghuzari(malam berhimpun),Musyawaroh Halaqoh
Bulanan :Luangkan waktu 3-10 Hari untuk ummat.
Tahunan :Minimal 40 hari,….Paham Tak???
Nanti kalo dah masuk kubur baru faham!!!

Komentar oleh abu aisy al-atsary

alhamdulillah…segala puji bagi ALLAH subhanahu wa ta’ala yang telah memberi nikmat pada kita berupa diutusnya nabi dan rasul muhammad shallallahu alaihi wa sallam.semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada beliau,keluarga,sahabat,dan orang-orang yg mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
amma ba’du
“janganlah kamu termasuk org2 yang menyekutukan ALLAH,yaitu org2 yang memecah agama mereka menjadi beberapa golongan.dan tiap-2 golongan merasa bangga apa yang ada pada kelompok mereka”
“janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu tahu tentangnya,karena sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya”
afwan kalo ana tidak mencantumkan ayat diatas,karena ana sengaja agar para saudara mencari sendiri.cobalah kita sadari sendiri.dan janganlah sibuk dgn aib org.para saudara sangat berguna sibuk dgn menuntut ilmu syar’i lalu mengamalkannya.kalo ada segelintir org mengatakan SALAFy adalah kelompok,tolong dijelaskan…
SALAFy adalah kata yg syar’i,sahabat,tabi’in,tabiut tabi’in sudh memakai kata SALAFY.karena kata lain dari ahlul sunnah wal jammaah adalah salafus sholeh,thoifah mansuroh,firqotun najiyah.
dan kita adalah jammaah.dan tidak mesti kita msuk ke 1 kelompok baru dikatakn jammaah saudara.
tapi ana gak usa panjang lebar.karena apabila org yg telah disesatkan oleh ALLAH tidak ada satupun yg dapat menolongnya,dan siapa yg diberi petunjuk maka tidak ada satu pun yg dapat menyesatkannya.
nasehat ana untuk saudara sekalian..cobalah hilangkan taklid buta,fanatik golongan,dan cobalah mencari tahu dalilnyasebelum kamu mengamalkannya,karena apabila kamu mengamalkannya niscaya kamu akan tersesat,karena kamu tidak mengerti.alangkah indahnya kata imam BUKHORI “ilmu terlebih dahulu sebelum ucapan dan perbuatan”
terimalah kebenaran meski datangnya dari org yang paling kamu benci,tolaklah kesalahan meskipun datangnya dari org yang kamu cintai.
semoga bermanfaat bagi saudara.ana hanya org yg tidak ada apa2nya.ana hanya coba membantu,dan tidak mengajak untuk berdebat.
adapun kesalahan itu datangnya dari setan dan diriku.adapun yang benar datangnya dari ALLAH dan rasulnya Shallallahu alaihi wa sallam.
semoga kita termasuk org-2 yang dirahmati ALLAH.amin

Komentar oleh ali.hibban

ass,
aku kadang-kadang bingung lokok kita umat Islam saling menghujat dan menyalahkan serta merasa benar sendiri, bahkan karena sudah merasa benar mereka mengganggap orang lain salah.

Komentar oleh amar

Kata2 “kalo mau belajar Islam langsung dari sumbernya -ALQuran dan Al Hadits-”, “Islam tanpa madzhab” sering digaung2kan oleh wahaby yang terLIHAT MANIS namun di dalmnya ada bisa yang sangat beracun.

menapikan ulama yang ilmunya bersanad ke Rasulullah sehingga terjadi penyimpangan pemahaman sebagaimana pemahaman yang betul di zaman Nabi Muhammad saw. Kalau kita mau membuat BAKUL yang terbuat dari BAMBU apa bisa kita dapatkan dari KEBUN BAMBU???? Tidak BAKUL akan kita dapatkan di PENGRAJIN BAMBU???

Ulama adalah pewaris para Nabi dari AGAMA ISLAM, Coba kita TANYA, SANAD belajar haditsnya ALBANI? atau HAKIM ABDAT? Ada gak??

Mereka AHLI HADITS OTODIDAK. Ini kata orang yang NGAKU SLAFY juga lohh

Komentar oleh herry

Saudara orang yang terlalu sibuk bagaimana menghancurkan jamaah tabligh. biarpun orang2 seperti anda berjumlah sejumlah penghuni dunia mulai zaman adam hingga hari kiamat nanti jika Allah SWT ridho dengan apa yang dilakukan jamaah tablih dan akan tetap ada hingga hari kiamat anda bisa apa????? Ya anda terlalu sibuk memikirkan bagaimana jamaah tersebut binasa sehingga anda tidak sempat beribadah sebagaimana syeithan laknatullah allai pun juga melakukan yang seperti itu. Cuman ini wujudnya manusia. Karena Allah SWT hanya memilih orang2 tertentu saja untuk mengikuti petunjuknya. Daripada anda sibuk memakan bangkai saudara sendiri alangkah baiknya anda ibadah yang benar saja. Introspeksi diri karena sebagaimana anda menjelek2kan orang lain berarti anda lebih buruk daripada itu. Sekali lagi memang Allah SWT hanya memilih orang2 tertentu dan tidak semuanya dipilih untuk mengikuti jalanNya. Saya merasa kasihan terhadap anda. Nanti kita buktikan saja di Akhirat kelak.

Komentar oleh ade

Saudara ADE…

ALLAH memilih hamba yang dikasihi-NYA untuk menyebarkan petunjuk ISLAM…

ORANG… yang malang akan terus terpinggir daripada jalan kemuliaan mengajak kepada ISLAM… seperti ABU JAHAL yang terus-menerus menghalang dakwah Nabi dari rumah ke rumah sehingga akhir hayatnya… itulah misalan manusia yang bernasib malang… SEMOGA ALLAH MEMILIH KITA UNTUK BERBAKTI KEPADA ISLAM… MENYAMPAIKAN DAKWAH KE SERATA DUNIA TANPA RASA JEMU SEHINGGA NYAWA KITA TERCABUT…

Komentar oleh muslim malaysia

Assalammua’alaykum
insya Allah akan ada pertemuan umat islam se dunia, bulan juli 2009. tempatnya masih direncanakan jadi siap-siap untuk datang ya, mohon diagendakan dan mohon diberitahukan kepada orang mempunyai kalimat laailaahaillallaah muhammadurrasulullah. kalau tanya yang bikin acara dari mana ? aku jawab bukan dari golongan manapun cukup dengan nama ISLAM, mohon maaf karena memang nggak bikin nama lain cukup ISLAM. dananya juga darimana saya juga nggak tahu, yang jelas ada segolongan kaum muslimin yang rela menginfkkan hartanya yang jelas bukan dari organisasi, partai atau yang lainnya. maksud tujuan sebagaimana Rasulullaah SAW ketika mengadakan majelis agama, yaitu yang hadir disini menyampaikan kepada yang belum hadir disini.
Wassalammu’alaykum

Komentar oleh rkn2003

apa pun yang namanya jamaah itu baik asalkan sesuai dengan sunah rosul,yang ga baik adalah orang yng mengamalkan tapi dengan nafsu.

Komentar oleh zaman

amalan yang sesui rosulullah saw pasti akan kekal dan jaya,tp kalau tdk sesuai rosul tidak akan berkembang lama.lihat saja jamaah mana yang sudah lama berkembang ,penganutnya banyak,dan di seluruh alam ada,tidak membicarakan khilafiah,aib masyarakat,tidak minta sumbangan,bukan pula krn politik,mana jamaah yang seperti ini.maka inilah yang kita anut,jama ah yang tidak sesat adalah,yang memikirkan bagaimana diri kita,keluarga kita ,tetangga kita,dan umat seluruh alam,selamat dari nerakanya allah swt,dan masuk syurganya allah swt,mati dengan membawa iman.dan keridhoan Allah swt.

Komentar oleh abuzaki

mau ngajak para netter untuk gabung di bisnis yang halal dan 100% garansi sukses….

klik saja

planetbisnis.com/?id=didu82006

Komentar oleh qocom

Allhamdulillah……….., Bismillahirohmanirohim…

pendapat saya sederhana saja…..untuk mencegah perpecahan umat. Kalau tidak mengetahui pasti tentang orang lain ya…diam. kalau kita berkomentar sementara kita tidak mengetahui pasti dikawatirkan akan menjadi fitnah. Saya faham(pernah ikut atau berorganisasi) di NU, Muhammadiyah, Jemaah Tabliq semua baik atau baik sekali malah…jujur saya iri melihat keseriusan orang2 ini memperjuangkan agama Allah. dan saya dari waktu kewaktu berusaha mengejar ketertinggalan saya dalam berdakwah. tidak ada yang tidak memperjuangkan kalimat tauhid Laillahaillallah Muhammadurasullulloh. OK. tapi yang lain saya belum faham/belum pernah mengikuti, jadi saya belum berani mengkomentari. kalau katanya2 ya maaf lah saya gak mau nimbrung komentar…..
mudah2an saya dilain waktu bisa mendalami metode2 dakwah yang lain. maaf jika saya bilang metode dakwah sebab aliran saya hanya satu yaitu Islam dan yang lain hanya penamaan dari metode dakwah. Baik NU kah, Muhammadiyah kah…Jemaah Tabliq kah, salafikah semuanya. Karena intinya ingin menegakan kalimat tauhid Laillahaillollah muhammadurosullullah. penyimpangan dari kalimat diatas jelas mereka bukan Islam. dan tidak perlu kita bincangkan karena lakum dinukum waliadin.

Wabillahitaufik walhidayah Wass……

Komentar oleh yusuf

Asw,
Khaif khaluk saudaraku???
amat sombong kita ketika mengatakan si A tidak ikhlas si B hanya mencari popularitas, lupakah kita hanya Allah yg tau kadar keikhlasan kita.
setau saya jamaah2 tsb di atas dan jamaah pergerakan islam lainnya, berdiri karena adanya kemunduran yg dialami umat asulullah pernah bersabda” telah aku tinggalkan dua hal yg ketika kalian berpegang teguh kepada keduannya selamnya kalian tidak akan tersesat, kedua hal tersebut adalah Al qur;an dan sunnah”.
NAh,,, jelas sekali sekarang siapa yang sesat. Individu atau jamaah yg tidak berpegang kepada Al Qur’an dan sunnah (ingat kata dan menghubungan dual hal yang keduanya harus ada), da malah berpegang kepada filsafat barat, komunis dan liberal dll, itulah yang “SESAT”. seperti JIL dsb.
Nah, skrg tergantung manhaj mereka sesuai sabda Nabi di atas atau… wallahua’lam
Diskusi kirim e-mail: mhs.peradaban@gmail.com

Wasalam…
NB: selagi umat ini belum bersatu kejayaan islam tidak akan kembali ingat ya muslim wal muslimat… rasulullah pernah bernubuat bahwa umatnya akan diperebutkan seperti orang2 memperebutkan makanan yg lezat… sahabat bertanya apakah karena kita minoritas?? tidak sabda Rasulullah saw, justru kita mayoritas namun memiliki kualitas seperti buih di lautan, penyebabnya adalah:

“CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI”
saya yakin kita sudah menemukan solusi kebangkitan umat…
Allahuakbar..

Komentar oleh Rijal an nidzar

askum,perbanyak dakwah…,talim….,dzkir…,serta hikmat!!!!!!!

Komentar oleh endang rajiman

pasti tuan orang J.T,selamat karna tuan telah menemukan jalan yang paling lurus

Komentar oleh dimas

Asal kan dakwah mengajak kepada al-quran dan hadist kita seharusnya mendukung mereka.saya melihat tidak da penyimpangan pd diri mereka,hanya beda strategy saja dalm dakwah.

Komentar oleh Ali basri

aslamuaikum wahai umat islam sy sedikt komentr dr yg smua sy baca sbrnya agama islam adalah agama yang sangat simple,praktis dan sempurna di bandingkan dng agama lain tapi tdk membingunkan sprt hal ini malah membuat anak anak kita yg msh SD/smp/sma meraka bingun akan kemana arah pendidikan agamanya krn mereka merasa berbeda dng yg diajarkan di sekolah pd umumny untuk kt sbagi orang tua dapat memebeikan sesautu yg dapt di pake oleh pola pikir anak agar merka tdk terjerumus ke dlm aliran/ajaran yg tdk salah hal ini jg krn malah di utarakan oleh orang yang non islam ( yg tdnya mau masuk islam malah gk jd) malah orng islam sendri jg ada yg mengatakan sprt itu intinya kita sebagi umat islam harus berpikir untuk mengislamkan seluruh manusia di dunia ini bkn membuat islam di mata non islam/islam sendri jd lain menilainya dan saya kl memberi penjelasan kepada orang non islam hanya yg bersifat simlpe tdk byk larangan dn aturan saya netral dlm segala aliran kl sy blh berpendapat hal ini selalu saya utarakan kpd umat muslim /non muslim adlah sbb:1.kerjakan sholat 5 wkt dan sholat sunah 2.perbnyk kerjakan zikir dn bersodakoh kpd anak yatim dn manula 3.puasa sunah dn puasa romadhon 4.belajar dn bnyk membaca al-quran 5.berbuat baik kepda sesamanya 6.jalankan haji jk mampu.7 berbakti kpd ajaran alloh swt dn para nabi dan menjauhi larangan NYA dn hal hal umum lainnya yg bersifat diterima dng akal sehat dn logika smua ini isyalloh islam kt di terima smua kalangan krn setahu saya ada beberapa aliran / perkumpulan yg bnyk aturan dn larangan yg kesannya islam itu berat.sblmmya saya mohon maff yg sebesar2nya jika ada keslahan dlm tulisan ini dan kebenran itu hanya milik alloh swt wasslamkum.

Komentar oleh hendy

kita sibuk dengan aliran2 atau kelompok2 tapi kita tidak sibuk tentang istri,anak2,tetangga,orang kampung kita dan umat ini yang tinggal kan sholat.
satukan hatimu dalam sholat berjamaah di mesjid.
hari ini suka atau tidak suka mesjid mulai kosong ini yang harus kita fikirkan tuan-tuan

Komentar oleh simon

kita sibuk dengan aliran2 atau kelompok2 tapi kita tidak sibuk tentang istri,anak2,tetangga,orang kampung kita dan umat ini yang tinggal kan sholat.
satukan hatimu dalam sholat berjamaah di mesjid.
hari ini suka atau tidak suka mesjid mulai kosong ini yang harus kita fikirkan tuan-tuan
jaukan dirimu denag sifat munafik dengan sholat subuh berjaam,insya ALLAH.

Komentar oleh simon

kita sibuk dengan aliran2 atau kelompok2 tapi kita tidak sibuk tentang istri,anak2,tetangga,orang kampung kita dan umat ini yang tinggal kan sholat.
satukan hatimu dalam sholat berjamaah di mesjid.
hari ini suka atau tidak suka mesjid mulai kosong ini yang harus kita fikirkan tuan-tuan
jaukan dirimu denag sifat munafik dengan sholat subuh berjamaah,insya ALLAH.

Komentar oleh simon

Kalau kepala kuat dpukul palu besar,silahkn tdk sholat.Klau kuat dibakar, silahkn brzina.Kalau lidah kuat digunting,silahkn brdusta.Klau kuat makan bangkai busuk,silahkn gosip.Klau perut kuat masuk bara api, silahkn makan haram.klau kepala,perut & punggung kuat disetrika, silahkn jadi mns serakah & bakhil.Silahkn brbuat sesuka apapun,pasti mndapat ganjaran krn prbuatan itu.ASTAQFIRULLAH.(QS 9;35),(QS 49;12),(QS 73;42)
apakah kutipan diatas perlu disampaikan kepada orang lain? bagaimana caranya kita mnympaikan kepada orang lain? … apakah hal diatas dibandingkan dengan ilmu yg kita miliki menjadikan kita diam.
Namun kenyataanya hampir semuanya, bahkan banyak orang ber-label Islam itu sendiri terjerumus dalam hal2 di atas.
Apakah kita cukup mengaji buat diri sendiri, smpai kapan kita menselaraskan kajian kita dengan keadaan umat saat ini. Apakah cukup polisi yang bertindak, aparat2 hukum yg memvonis, atau cukup pemerintah saja…DIMANA UMAT ISLAM itu sendiri??? APA KITA CUKUP sibuk dengan pengajian kita saja sehingga hampir2 tidak terlihat TINDAKAN yang BERANI dari umat islam yang ber-ILMUuntuk beramar ma’ruf nahi mungkar..
IRONIS sebagian kecil kita yang mengaji dan mengkaji Islam..tetapi diluar sana KEMUSYRIKAN DAN KEMAKSIATAN hari demi hari semakin HEBAT, semakin LEGAL…???

Komentar oleh Hlm

Jadilah kita Islam yg dapat saling mengingatkan sesama sesama

Komentar oleh bambang

Jadilah kita Islam yg dapat saling mengingatkan sesama sesama

Komentar oleh bambang

Jama’ah Tablig
Jama’ah Tablig adalah sebuah gerakan islam yang dakwahnya menekankan tentang pentingnya iman dan amal shaleh. Jama’ah ini dirikan oleh muhammad Ilyas Kandahlawi (1303-1364 H.) Beliau lahir di Kandalah, sebuah desa di Saharnapur, India. Syeh Muhammad Ilyas pertama kali belajar kepada kakak kandungnya, yaitu Syeh Muhammad Yahya, seorang guru madrasah di Madrasah Mazhahir ulum di Saharnapur. Methode dakwah jamaah tablig berpijak kepada tablig dalam bentuk targhib ( memberi kabar gembira) dan tarhib ( ancaman tentang siksa) serta sentuhan hakekat. Methode ini berhasil menarik banyak orang ke pangkuan iman. Orang-orang tersebut di ubah ke dalam kehidupan penuh ibadah, dzikir, membaca Al-qur’an dan berdakwah. Gerakan dakwah ini pertama kali muncul di india kemudian tersebar ke pakistan , bangladesh dan hampir ke seluruh jazirah arab sampai ke suriah, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, sudan, iraq dan Hijaz. Dakwah mereka saat ini sudah menyebar keseluruh dunia sampai ke sebagian besar negara eropa, Amerika,Asia, Afrika dan Australia bahkan di setiap negara sudah mempunyai kantor perwakilan atau yang disebut markaz dakwah. Kantor perwakilan Indonesia atau Markaz pusat Indonesia di masjid kebon jeruk jalan hayam wuruk jakarta pusat. Sedangkan markaz dunia di Nizamudin Deli India. Setiap setahun sekali anggota jamaah tablig mengadakan pertemuan raksasa di Nizamudin. Pertemuan ini adalah pertemuan terbesar didunia setelah ibadah haji.
Al-Ikhwan Al-Muslimun
Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah gerakan Islam terbesar di dunia setelah Jama’ah Tablig. Pendirinya adalah Syeh Hasan Al-bana ( 1324-1368 H / 1906-1949 M.) Lahir di Buhairah, mesir. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang taat beragama. Menurut pendirinya, dakwan Ikhwan adalah dakwah salafiyah, thariqoh sunniyah, haqiqoh shufiyyah, lembaga politik, klub olah raga, lembaga ilmiah dan kebudayaan, perserikatan ekonomi dan pemikiran sosial. Gerakan Ikhwan dimulai di Ismailiyyah kemudian beralih ke kairo. Dari Kairo tersebar ke berbagai pelosok dan kota mesir. Gerakan dakwah Ikhwan saat ini sudah menyebar ke negara-negara arab dan meluas ke seluruh dunia.

Hizb Al-Tahrir
Hizb al-Tahrir adalah sebuah partai politik islam yang dakwahnya berpijak di atas keharusan mengembalikan Khilafah Islamiyah dengan bertopang kepada fikrah (ide) ebagai sarana paling pokok dalam perubahan. Gerakan Dakwah ini didirikan oleh Syeh Taqiyyudin Nabhani ( 1909-1979 M) kelahiran Ijzim, sebuah kampung di derah Haifa Palestina. Tahun 1952 M Taqiyuddin Nabhani mendirikan partai ini. Sepeninggal Taqiyyudin, derakan dakwah ini dipimpin oleh Abdul qodim Zallum, kelahiran kota Khalil palestina. Ciri utama Hib al-Tahrir ialah konsentrasinya yang sangat besar kepada aspek tsaqofah ( keilmuan) dan menjadikannya sebagai landasan pembentukan pribadi muslim dan ummat islam. Awal gerakan dakwah ini terpusat di Yordania dan suriah serta Libanon. Kemudian berkembang ke negara-negara islam. Saat ini pengaruh gerakan partai dakwah ini sudah mencapai Eropa, terutama Austria dan jerman barat.
Dakwah Salafiyah
Dakwah Salafiyah didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Masyrafi Al-Tamimi Al-Najdi ( 1115-1206 H./1703-1791 M). Gerakan ini muncul menjelang masa-masa kemunduran dan kebekuan pemikiran di dunia islam. Dakwah mereka menyerukan agar aqidah islam dikembalikan kepada asalnya yang murni, dan menekankan pada pemurnian tauhid dari syirik dengan segala manifestasinya. Sebagian orang menyebut gerakan ini sebagai ajaran wahabi karena dinisbatkan kepada nama pendirinya yaitu Muhammad bin Abdul wahab. Pendirian dakwah salafiyah dalam studinya bermazhab hambali walaupun mereka mengaku tidak bermazhab. Dalam hal pemikiran dan sifat ideologinya Syeh Muhammad bin Abdul Wahhab banyak dipengaruhi oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah dan Muhammad Ibnul Qoyyima Al-Jauziyah. Aqidah Salafiyah telah tersebar di kawasan Najd, kemudian ke Riyadz dan menyebar ke seluruh jazirah arab.

Komentar oleh isqowi indaddin masya

yang nanya aja, gk pernah komen, cuman nanya aja keknya

Komentar oleh wea




Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: